Angka Pengangguran di Luwu Meningkat, Basmin: Lantaran Bencana Non Alam

Bupati Luwu, H. Basmin Mattayang bersama Wakil Bupati Luwu, Syukur Bijak saat dilantik oleh Gubernur Sulsel beberapa waktu lalu. Foto: Istimewa

LUWU, Saorakyat.com –Laju peningkatan
angka pengangguran di Kabupaten Luwu, dari 4,66 persen pada tahun 2019 menjadi 4,94 persen pada tahun 2020. Dengan demikian, terjadi perubahan yang mendasar pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang menjadi penjabaran dari visi dan misi serta program kepala daerah.

Meski begitu, hal tersebut diakui Bupati Luwu, H. Basmin Mattayang terjadi karena Pandemi Covid-19. Sehingga, atas perubahan mendasar itu perlu diajukan Rancangan Perubahan RPJMD.

“Saat ini kita alami bencana non alam atau adanya Pandemi Covid-19 yang menyebabkan tidak tercapainya target pertumbuhan ekonomi tahun 2020. Hanya bisa mencapai sebesar 1,30 persen. Jauh dari target yang ditetapkan sebesar 7,30 persen,” kata Basmin Mattayang di hadapan anggota DPRD Luwu pada penyerahan Ranperda Perubahan RPJMD Kabupaten Luwu Tahun 2019-2024 dan Ranperda tentang Rencana Induk Pariwisata Daerah (Riparda) Selasa (23/3/2021) di ruang paripurna DPRD Luwu.

Akibat Pandemi Covid-19, kata dia, target SPM pada bidang kesehatan juga tidak mencapai target. Kemudian, meningkatnya angka pengangguran dari 4,66 persen pada tahun 2019 menjadi 4,94 persen pada tahun 2020. Sementara dalam RPJMD Pemkab Luwu menargetkan penurunan angka pengangguran menjadi 4,36 persen pada tahun 2020.

Dikatakan Basmin, terkait dengan Ranperda Perubahan RPJMD 2019-2024, hal tersebut merupakan amanat Pasal 342 Peraturan Mendagri Nomor 86 Tahun 2017, yang menyatakan, perubahan RPJMD dapat dilakukan apabila terjadi perubahan mendasar, antara lain terjadinya bencana alam, krisis ekonomi dan perubahan kebijakan nasional.

Usai menyerahkan kedua ranperda tersebut, Bupati Luwu kembali menyampaikan pendapatnya atas penyerahan dua (2) Ranperda Kabupaten Luwu Inisiatif DPRD. Ranperda tentang Kurikulum Muatan Lokal, Sejarah dan Budaya Luwu serta Ranperda tentang Pengelolaan Sampah.

Menurutnya, eksekutif memiliki kesepahaman dan sependapat dengan subtansi yang diatur dalam kedua Ranperda dimaksud. Namun demikian terdapat hal-hal pokok yang harus dipahami bersama. Sehingga alur penyusunan Ranperda menjadi lebih runtut dan mudah dipahami.

“Eksekutif berpendapat akan memberikan beberapa masukan dan tambahan terhadap kedua Ranperda tersebut,” jelas Basmin Mattayang. (*)

Next Post

Pemkab Luwu Tetapkan Delapan Destinasi Parawisata Daerah

Rab Mar 24 , 2021
Bupati Luwu, H. Basmin Mattayang bersama Wakil Bupati Luwu, Syukur Bijak saat dilantik oleh Gubernur Sulsel beberapa waktu lalu. Foto: Istimewa LUWU, Saorakyat.com –Laju peningkatan angka pengangguran di Kabupaten Luwu, dari 4,66 persen pada tahun 2019 menjadi 4,94 persen pada tahun 2020. Dengan demikian, terjadi perubahan yang mendasar pada Rencana […]
Plugin for Social Media by Acurax Wordpress Design Studio
Visit Us On FacebookVisit Us On PinterestVisit Us On InstagramVisit Us On YoutubeVisit Us On TwitterVisit Us On LinkedinCheck Our Feed