Arsyad dan Thahar Berebut Demokrat atau Berkoalisi

Saorakyat.com–Perhelatan memilih puncak pimpinan di Luwu Utara sudah semakin dekat. Para kandidat terus gencar untuk meraih kendaraan politik agar bisa menjadi bagian peserta Pilkda serentak 2020.

Diantara tiga calon yang menguat, Indah Putri Indriani, Thahar Rum dan Arsyd Kasmar, baru Indah yang sudah mengantongi rekomendasi dari partai besar.

Golkar yang miliki delapan kursi DPRD Lutra, sudah resmi mengusung petahana. Bahkan usungan Golkar disebut-sebut sudah mempaketkan petahana itu dengan Suaib Mansyur yang berlatar belakang birokrasi. Kini Suaib sebagai Kadis PUPR Lutra.

Menyusul PAN, yang juga sudah menyatakan politiknya mendukung Indah yang dikuatkan rekomendasi dukungan. PDI-P sendiri belum ada surat keputusan, namun Ketua DPC PDI-P, Mahfud Sidiq Irjaz sudah menyatakan sikapnya secara terbuka mendukung Indah

“Kalau orang mau menangkan satu pertandingan atau mau masuk partai, yang pertama itu harus solid. Yang kedua itu, dia punya finansial,“ kata kader partai wong cilik ini edisi sebelumnya.

Variabel tersebut menjadi tolok ukur terhadap Mahfud Sidiq memberikan masukan ke partainya pada tingkat atas. Kepastiannya akan diumumkan di acara Rakerda, Makassar tanggal 12 Maret 2020 mendatang.

Sejumlah partai lain juga diprediksi akan mengusung Indah. Para elit partai tersebut telah memberikan sinyal, seperti Partai Hanura, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP),

Sementara, Thahar dan Arsyad masih terus berebut kendaraan. Thahar sendiri adalah Ketua DPC Lutra Partai Nasdem. Partai bentukan Surya Paloh ini miliki empat kursi.

Thahar sudah mendaftarkan diri beberapa partai. Termasuk partai yang sudah mengeluarkan rekomendasi ke Indah, yakni PAN. Selain partai itu, Thahar juga mendaftar di Gerindra, Demokrat, PKB, Hanura, Perindo dan PPP

Nasib serupa tapi tak sama dalam perebutan kendaraan terhadap Arsyad Kasmar. Figur yang sudah dua kali gagal dalam Pilkada Lutra ini, dan sekali gagal masuk bursa, justru menjadi penyemangatnya terus berjuang untuk daerahnya.

“Karena saya dilahirkan di Lutra. Saya maju lagi karena keterpanggilan untuk bangun kampung. Karena di sana itu mayoritas petani, maka saya mengusung konsep ekonomi kerakyatan untuk kemakmuran masyarakat petani,” ujar Arsyad Kasmar bincang politik beberapa waktu lalu.

Arsyad sendiri adalah Ketua DPC Partai Gerindra Lutra. Partai milik Menteri Pertahanan ini juga memiliki empat kursi. Kesamaan dengan perolehan kursi partai diketuai Thahar.

Arsyad juga kini telah mendaftarkan diri beberapa partai, termasuk PKS yang miliki dua kursi. Lalu PKB yang miliki dua kursi. Sebelumnya santer dipaketkan dengan Andi Sukma, anggota DPRD Lutra dari partai Hanura. Partai bentukan Wiranto ini miliki tiga kursi.

Sementara, partai bentukan Presiden RI keenam SBY yang diketuai Ansar Akib, kini menjadi primadona rebutan Asryad dan Thahar. Partai Demokrat di Lutra miliki tiga kursi.

Baik Arsyad maupun Thahar sudah direkomendasikan ke elit Demokrat di Jakarta. Sementara Indah tak direkomendasikan, lantaran tidak mengembalikan formulir pendaftaran.

Nah, andai diantaranya Arsyad dan Thahar mendapat ketatapan rekomendasi pada Pilkada Lutra, apakah punya kalkulasi politik untuk berpasangan dengan Ansar Akib?

Thahar sendiri pernah berpasangan dengan Ansar Akib pada pilkada 2014. Namun dikalahkan pasangan Arifin Junaidi dan Indah Putri Indriani kala itu.

Kader Partai Demokrat sendiri mendorong ketuanya, Ansar Akib maju di Pilkada sebagai wakil bupati. Maka dipastikan, Thahar dan Arsyad akan menghadapi tawaran politik itu.

Sekretaris DPC Partai Demokrat Lutra, Syarifuddin yang dihubungi via whatsaap mengakui jika telah rekomendasikan tiga nama ke DPP untuk mendapat keputusan.

Tiga nama itu, rekomendasikan dua untuk posisi calon bupati dan satu calon wakil bupati. Dua nama untuk posisi calon bupati yakni Wakil Bupati Lutra Muhammad Thahar Rum dan Ketua DPC Partai Gerindra Lutra Arsyad Kasmar.

Sementara yang direkomendasikan untuk posisi calon wakil bupati adalah Ansar Akib, yang tak lain Ketua DPC Partai Demokrat Lutra.

“Persoalan rekomendasi semua ditentukan oleh DPP Partai Demokrat, kami hanya melakukan penjaringan,” sebut Syarifuddin kemarin.

Terpisah, Ketua DPC Partai Demokrat Lutra, H. Ansar Akib menjelaskan secara diplomatis. Dia mengatakan, sebagai kader partai tentunya akan loyal terhadap keputusan partai.

“Saya hanya duduk manis menunggu apapun keputusan partai, termasuk jika ada keinginan kandidat lain untuk berpasangan,” sebutnya.

Kendati demikian, baik Arsyad maupun Thahar akan menunggu keputusan Partai Demokrat untuk mengusung dirinya sebagai bursa calon bupati pada Pilkada Lutra Sepetember 2020 mendatang. Berebut demokrat atau berkoalisi, alternatif meretas kebuntuan mencari kendaraan politik.

Terkhusus Indah, sebagai incumben berusaha untuk membangun koalisi besar, dengan memboyong beberapa partai. Sebab jika hanya tiket sebagai kendaraan politik, Golkar sudah lebih dari cukup mengantar bursa calon bupati. (sr)

Next Post

Legislator PKS Luwu Akan Perjuangkan Aspirasi Petani di Ponsel

Ming Mar 8 , 2020
Saorakyat.com–Perhelatan memilih puncak pimpinan di Luwu Utara sudah semakin dekat. Para kandidat terus gencar untuk meraih kendaraan politik agar bisa menjadi bagian peserta Pilkda serentak 2020. Diantara tiga calon yang menguat, Indah Putri Indriani, Thahar Rum dan Arsyd Kasmar, baru Indah yang sudah mengantongi rekomendasi dari partai besar. Golkar yang […]