Banjir di Luwu, Pemerintah Perlu Serius Atasi Kapitalisasi Kawasan Hutan

Banjir di wilayah Suli beberapa waktu lalu. foto drone: spy com.

LUWU, Saorakyat.com– Intensitas hujan terbilang tinggi mengguyur hampir di seluruh wilayah Kabupaten Luwu, Jumat, (26/6/20).

Pun banjir yang menjadi simbol ketidakberdayaan pemerintah dan pihak terkait dalam penanggulangan bencana langganan itu tak terelakan. Terutama dalam memimanilisir potensi banjir dengan menghentikan pembukaan lahan yang berlebihan.

Bahkan sudah masuk pada kapitalisasi kawasan hutan dengan adanya oknum-oknum men-drop pekerja lahan. Seperti yang disebutkan oleh sejumlah warga di daerah itu.

Berita Terkait:

BPBD Luwu Mencatat Sekitar 3.434 Rumah Penduduk Terdampak Banjir

Wilayah Selatan Luwu Dilanda Banjir, Diduga Akibat Perambahan Hutan di Hulu

Bappeda Luwu Gagas Kajian Terpadu Penanganan dan Pengendalian Banjir

Sungai Pompengan Meluap, Empat Rumah Terseret Arus Banjir

Seperti yang lumrah terjadi menyebabkan air di sungai meluap mengakibatkan sejumlah pemukiman di Kecamatan Suli, Suli Barat, Larompong dan Larompong Selatan terdampak banjir. Sebab empat kecamatan tersebut wilayah hulu sungai saling bertalian.

Lazimnya pun, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terjun untuk mengevakuasi warga yang permukimannya dilanda banjir. Kemudian akan disusul dengan pembagian sembako, berupa mie instant.

Kawasan Hutan di Suli Barat. foto: saorakyat.

Kepala BPBD Kabupaten Rahman Mandaria, melaporkan ada dua wilayah yang terdampak banjir yakni Kecamatan Larompong dan Suli.

“Akibat banjir ini membuat masyarakat kesulitan beraktivitas sehingga kami evakuasi untuk keamanan dan keselamatan,” ujarnya, Jumat, (26/6/20) saat meninjau langsung di lokasi banjir.

Rahman mengatakan saat ini petugas sudah mendatangi lokasi untuk melakukan upaya evakuasi dan assesment. Namun ia belum bisa memberikan keterangan lebih detil jumlah warga yang terdampak banjir.

“Saat ini petugas saat ini di lapangan, sementara ini kita lakukan assesment,” ujarnya.

Ia berharap banjir bisa segera surut sehingga warga bisa beraktivitas kembali. Ia pun meminta masyarakat untuk waspada terhadap potensi bencana yang terjadi pada musim hujan saat ini. (**)

Next Post

BBM Premium Bakal Dihapus, Pertamina Beberkan Dampak Lingkungannya

Sab Jun 27 , 2020
Banjir di wilayah Suli beberapa waktu lalu. foto drone: spy com. LUWU, Saorakyat.com– Intensitas hujan terbilang tinggi mengguyur hampir di seluruh wilayah Kabupaten Luwu, Jumat, (26/6/20). Pun banjir yang menjadi simbol ketidakberdayaan pemerintah dan pihak terkait dalam penanggulangan bencana langganan itu tak terelakan. Terutama dalam memimanilisir potensi banjir dengan menghentikan […]