BPBD Luwu Mencatat Sekitar 3.434 Rumah Penduduk Terdampak Banjir

Jembatan Sungai Keppe, Desa Rantebelu (Trans Sulawesi/Jalan Nasional) sempat diprotes warga karena konstruksinya memakai tiang. yang kini menjadi satu penyebab luapan air di wilayah itu. foto: jurnalis warga sebelum selesai pekerjaan.

LUWU, Saorakyat.com–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu, mencatat sekitar 3.434 rumah terdampak banjir di wilayah selatan Luwu.

Empat kecamatan yang dilanda banjir langganan akibat perambahan hutan itu, antaranya, Suli Barat, Suli, Larompong dan Larompong Selatan.

Informasi yang dihimpun, banjir yang terjadi, Sabtu, (6/6/20) ketiga kalinya di tahun 2020 ini. Banjir di wilayah ini, bukan saja karena intensitas hujan tinggi. Tapi lantaran penggundulan hutan, juga sejumlah sungai mengalami pendangkalan.

Pun, juga adanya sejumlah jembatan yang kontruksinya dibangun tidak sesuai mestinya. Jembatan tersebut menggunakan tiang pancang. Sehingga sampah-sampah dari batang pohon dan puing-puing kayu tersangkut. Akibatnya arus membendung arus air, hingga meluap ke pemukiman warga. Seperti di jembatan Sungai Keppe, Desa Rantebelu dan jembatan Sungai Dadeko.

Wilayah Pegunungan di Desa Poringan, Suli Barat kini menjadi areal perkebunan. foto: istimewa.

Meski banjir itu tak menelan korban jiwa, namun kerugian materil tak terhindarkan. Begitupun dengan fasilitas umum dan fasilitas pendidikan. Tinggi permukaan air bervariasi, mulaibsekitar 50 sampai 150 cm.

Pemkab Luwu telah menurunkan bantuan bagi masyarakat yang terdampak bencana banjir ini.

“Pemberian bantuan ini sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap warganya yang terkena musibah bencana banjir,” ujar Bupati Luwu, H. Basmin Mattayang, Senin (8/6/20)

Baca Juga: Begini Komitmen Pemerintah Provinsi Sulsel Kendalikan Covid-19

Sedang bagi warga pengungsi banjir, Basmin menyampaikan akan dikucurkan bantuan dari pemerintah provinsi Sulsel.

“Selain dari Pemkab Luwu, Pemerintah Provinsi Sulsel akan mengucurkan bantuan dalam waktu dekat,” tuturnya.

Selain itu, Basmin merencanakan akan melakukan kajian ilmiah pasca banjir, untuk mengantisipasi musibah banjir di tahun-tahun mendatang.

Dalam kajian ilmiah itu, Pemkab Luwu akan menggandeng akademisi Unhas, yakni mantan dosen Fakultas Kelautan dan Perikanan Unhas Bachrianto Bahtiar.

“Untuk solusi jangka panjang, kita akan lakukan kajian ilmiah pasca bencana banjir,” kata Basmin.

Baca Juga: Gugus Tugas Dorong Sulsel Kendalikan Covid-19 Agar Dapat Memulai Aktivitas Produktif

Diketahui, rencana untuk mengkaji bencana banjir ini sudah kerap dilontarkan Pemkab Luwu. Termasuk, Basmin Mattayang saat menjabat bupati periode sebelum kepemimpinan Andi Mudzakkar.

Berikut rincian yang terkena banjir , beserta kerugiannya di wilayah selatan Luwu :

Kecamatan Larompong, yakni Kelurahan Larompong, 317 rumah terendam, Desa Rantebelu, 230 rumah terendam, Desa Riwang, 130 rumah terendam, dan sawah 10 hektar kebun 20 hektar, 1 pustu terendam dan 1 SD.

Kemudian di Desa Buntumatabing, 215 rumah terendam, Desa Lumaring, 32 rumah terendam, dan Desa Komba, 20 rumah terendam.

Kecamatan Larompong Selatan, yakni Desa Temboe, 350 rumah terendam, Desa Sampano 75 rumah terendam, Desa Dadeko, 250 rumah terpendam, Desa La’Loa, 87 rumah terendam, dan Desa Salussana, 55 rumah terendam.

Untuk Kecamatan Suli, yakni Kelurahan Suli, 900 rumah terendam, Desa Botta, 222 rumah terendam, Desa Lempopacci, 180 rumah terendam, serta SDN/MI 2 unitSMP/MTs 2 unit, SMK 1, MAN Luwu 1, Mesjid 1, dengan kerusakan, Man Suli Pagar Samping Sekolah Roboh dengan Panjang 30 meter, dan tinggi 2 Meter, Mesjid pagar belakang Roboh panjang 15 m dan tinggi 1.5 m, sawah terendam kurang lebih 4 hektar, Desa Buntu Kunyi, 70 rumah terendam.

Sementara lokasi terdampak di Kecamatan Suli Barat yakni, Kelurahan Lindajang, 79 rumah terendam, 6 Kk yang mengungsi, dan sawah yang baru sdh ditanami padi kurang lebih 3 Hektare terendam, Desa Buntubarana, 210 rumah terendam, fasilitas publik, diantaranya SDN 2 unit, SMK 1 unit, mesjid 1 unit, lahan Sawah 2 Hektare, Desa Muhajirin, 5 rumah terendam, dan Desa Kaili, 7 rumah terendam.(jp/as)

Next Post

Pemdes Olang Salurkan BLT-DD Tahap Kedua

Rab Jun 10 , 2020
Jembatan Sungai Keppe, Desa Rantebelu (Trans Sulawesi/Jalan Nasional) sempat diprotes warga karena konstruksinya memakai tiang. yang kini menjadi satu penyebab luapan air di wilayah itu. foto: jurnalis warga sebelum selesai pekerjaan. LUWU, Saorakyat.com–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu, mencatat sekitar 3.434 rumah terdampak banjir di wilayah selatan Luwu. Empat […]