Bupati Jember, Perempuan Pertama Kepala Daerah di Indonesia Dimakzulkan DPRD

Bupati Jember Faida Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

JAKARTA, Saorakyat.comLangkah politik Faida, bupati perempuan pertama di Jember, dimakzulkan DPRD. Sekaligus bupati perempuan pertama di Indonesia dimakzulkan. Pemakzulan Faida dilakukan DPRD Jember melalui Rapat Paripurna yang digelar Rabu (22/7) malam.

Pemakzulan itu disebut akibat Faida dinilai telah melakukan pelanggaran sumpah dan janji bupati. Pelanggaran yang dimaksud mencangkup pengubahan Perbup KSOTK (Kedudukan, Susunan Organisasi Tata Kerja), mutasi ratusan pejabat yang dinilai ilegal, hingga mengabaikan rekomendasi bupati dan gubernur.

Faida sendiri menjabat sebagai Bupati Jember sejak Februari 2016. Ia bersama Wakil Bupati, Abdul Muquit Arief, berhasil memenangkan Pilkada. Keduanya menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Jember periode 2016-2021.

Baca Juga: Basmin Minta Masyarakat Waspada Ancaman Banjir

Menjadi Bupati yang dikenal memiliki kepedulian tinggi terhadap Hak Asasi Manusia, berikut profil singkat Faida Bupati Jember.

Faida lahir di Malang pada 19 September 1968. Ia adalah istri dari Abdul Rochim yang berprofesi sebagai Dokter Gigi dan Staf Pendidik di Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Negeri Jember.

Sebelum masuk ke ranah politik, ia berkarier sebagai tenaga medis di RS Al-Huda, Genteng, Banyuwangi. Lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga itu dulu menjabat sebagai staf bidang pelayanan medis.

Pada tahun 2009, Faida memasuki awal karier baru dalam hidupnya. Akibat kepergian sang ayah, kakak, dan adiknya dalam waktu yang cukup berdekatan, ia diharuskan mengelola dua rumah sakit sekaligus.

Baca Juga: Jusuf Kalla Tinjau Pengungsi Korban Banjir Bandang Luwu Utara

Kemudian pada 2016, barulah Faida menjajal karier politiknya. Ia mendaftarkan diri sebagai calon Bupati dengan Wakil Bupati yang diusung PAN, PDIP, Hanura, dan NASDEM. Dalam Pemilihan Kepala Daerah tersebut, Faida berhasil memenangkan rekapitulasi dengan memperoleh suara sebesar 53,76%.

Selama menjadi Bupati, ia dikenal sebagai seorang yang memiliki kepedulian tinggi di bidang Hak Asasi Manusia (HAM). Terkait perhatiannya terhadap HAM tersebut, ia berkesempatan menjadi satu-satunya bupati dari Indonesia yang diundang pada forum PBB.

Berkarier sebagai seorang tenaga medis yang juga kini terjun di dunia politik, wajar jika Faida dikenal sebagai seorang pesohor. Dikutip dari situs resmi KHKPN, Faida disebut memiliki kekayaan total hinga Rp 15 miliar lebih. Kekayaannya tersebut meliputi tanah, mobil, dan harta berharga lainnya.

Sebelum dimakzulkan, Faida menyatakan siap untuk kembali maju pada Pilkada 2020. Ia pun dikabarkan akan maju dari jalur independen dengan perolehan dukungan hingga 241 ribu lebih suara. (RDR/Asy)

Sumber: Kumparam.com

Next Post

Syahrul Yasin Limpo Kunjungi Pengungsi Korban Banjir Bandang Luwu Utara

Sel Jul 28 , 2020
Bupati Jember Faida Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan JAKARTA, Saorakyat.com—Langkah politik Faida, bupati perempuan pertama di Jember, dimakzulkan DPRD. Sekaligus bupati perempuan pertama di Indonesia dimakzulkan. Pemakzulan Faida dilakukan DPRD Jember melalui Rapat Paripurna yang digelar Rabu (22/7) malam. Pemakzulan itu disebut akibat Faida dinilai telah melakukan pelanggaran sumpah dan janji bupati. […]