Diduga Cabuli Santriwati, Polisi Amankan Pimpinan Ponpes di Mamuju

Illustrasi

SULBAR, Saorakyat.com–Seorang pimpinan salah satu pondok pesantren (Ponpes) di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), diamankan polisi.

Pelaku berinisial AR (47) yang juga seorang ASN dilaporkan orang tua santriwati atas dugaan pencabulan.

“Kami melakukan penangkapan setelah mendapat laporan dari keluarga korban,” kata Kasat Reskrim Polresta Mamuju, AKP Pandu Arief Setiawan, Sabtu (5/2/2022) merilis Sulbar Kini melalui Kumparan.com

Pandu mengungkapkan, pihaknya melakukan penangkapan terduga pimpinan pondok pesantren tersebut di rumahnya sekitar pukul 03.00 WITA, Sabtu (5/2/2022).

Dari laporan yang diterima polisi, pelaku diduga sudah beberapa kali melakukan pencabulan terhadap santriwati yang berusia 17-18 tahun.

“Hingga kini, sudah ada tujuh korban yang melapor dan sementara dalam penyelidikan,” tukasnya.

Kronologi Penangkapan Ustaz AR dirilis Satreskrim Polresta Mamuju.

Sabtu (5/2/2022)
Pukul 03.00 WITA
Salah seorang orang tua santriwati bersama masyarakat melapor ke Mapolresta Mamuju terkait pelecehan seksual yang dilakukan Ustaz AR yang merupakan pimpinan pondok pesantren terhadap anak si pelapor.

Pukul 10.00 WITA
Unit Resmob Polresta Mamuju menuju rumah Ustaz AR di Lingkungan Salupangi, Kelurahan Simboro, Mamuju untuk menindaklanjuti laporan dari masyarakat. Polisi saat itu mengamankan pelaku untuk dimintai keterangan.

Pukul 11.00 WITA
Pelaku diamankan oleh Resmob Polresta Mamuju di rumahnya dan langsung digiring ke Mapolresta Mamuju.

Kepada polisi, Ustaz AR mengaku telah melakukan pelecehan seksual ke sejumlah santriwati di ponpes yang dipimpinnya dengan cara meraba bagian tubuh serta mencium korban.

“Pelaku melakukan pelecehan di ponpes dan di rumah pelaku dengan cara memanggil korban untuk datang ke rumahnya pada saat anak dan istri korban sedang tidur dengan alasan membantu pelaku membersihkan rumah dan menjaga anak pelaku,” jelas Pandu.

READ  Budiman Dukung Gerakan Sejuta Koin Pesantren dan Madrasah untuk Kelangsungan Pendidikan

“Saat ini pelaku dan korban masih dalam proses pemeriksaan pihak Kepolisian Polresta Mamuju,” sambung dia.

Pandu menambahkan bahwa pelaku selain sebagai pimpinan Ponpes juga merupakan seorang ASN di Kantor Kementerian Agama Mamuju. Polisi telah memeriksa pelaku beserta 7 orang korban.

“Masih dilaksanakan pengembangan jumlah korban. Pelaku mengakui susah mengendalikan hawa nafsunya atau hiperseksual,” pungkas Pandu.(*)