Dinilai Tak Memberi Rasa Aman Warga, Presiden Jokowi Didesak Bubarkan Satgas Madago Raya

Satgas Madago Raya melakukan penyisiran Kelompok MIT Poso yang melakukan aksi teror di wilayah tersebut. Foto: Istimewa

POSO, Saorakyat.comKetua Komisi Bapak Sinode Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST), Frits Sam Purnama dengan tegas mengutuk pelaku pembunuhan 4 petani di Desa Kalimago, Kecamatan Lore Timur, Kabupaten Poso, yang diduga dilakukan oleh kelompok MIT Poso, pada Selasa (11/5/2021) pagi.

“Terkait dengan peristiwa biadab dan di luar nalar kemanusiaan tersebut kami menilai operasi pengejaran DPO teroris MIT yang dilakukan oleh Satgas Madago Raya di Poso dan Sulteng pada umumnya tidak berhasil dan gagal memberikan rasa aman bagi warga di Sulteng,” kata Frits Sam, Rabu (12/5/2021) melansir konten Palu Poso media parner Kumparan.com.

Buktinya lanjut Frits, korban dari pihak warga Poso dan kabupaten lain di sekitarnya terus berjatuhan di wilayah operasi.

Baca juga: Diduga Kelompok Ali Kalora Serang Warga, Total Empat Korban Tewas

Peristiwa pembantaian manusia seperti ini di wilayah Kabupaten Poso kata Frits Sam, tetap terjadi sejak awal tahun 2016. Ketika beberapa warga Desa Tangkura, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, dibantai oleh kelompok DPO secara sadis. Kejadian serupa hingga saat ini terus berlangsung di wilayah operasi dan tak sanggup dituntaskan oleh aparat keamanan.

“Kami mendesak agar Presiden Jokowi segera melakukan evaluasi terhadap kinerja Operasi tersebut karena selalu terjadi korban dari warga, sehingga operasi ini dinilai gagal dan lebih baik dibubarkan saja, sebab korban tetap berjatuhan sementara dana pengamanan terus bertambah,” ujarnya.

Lebih jauh kepala Inspektorat Kabupaten Morowali Utara tersebut mengaku merasa sangat kehilangan atas kasus pembantaian itu.

Baca juga: Teroris MIT Poso Gorok Dua Warga, Korban Dieksekusi di Kebun

READ  Basmin Lantik Lima Pejabat Eselon II

“Tiga dari 4 orang petani warga Lore Timur Poso yang jadi korban kebiadaban pelaku itu adalah anggota Komisi Bapak GKST Klasis Lore yang merupakan anggota saya. Mereka adalah warga yang tak berdosa yang sedang berusaha mengais rezeki di lahan pertanian mereka untuk menghidupi keluarga mereka namun akhirnya meregang nyawa,”sebutnya.

Hal ini secepatnya harus diprioritaskan pemerintah pusat untuk diselesaikan. Puluhan tahun negara dinilai kalah dengan DPO MIT Poso.

Sehubungan dengan peristiwa pembunuhan 4 warga Poso ini, ia mengimbau kepada Komisi Bapak Jemaat agar tetap menahan diri dan menyerahkan segala persoalan ini kepada Tuhan dan mempercayakan penyelesaiannya kepada pemerintah pusat serta aparat keamanan.

“Menghadapi peringatan kenaikan Isa Almasi besok, marilah kita bersama beribadah berbarengan dengan hari raya Idul Fitri 1442 H, dengan saling menghormati dalam perbedaan. Sebab berbeda itu bukan berarti bermusuhan, tetapi saling menghargai dalam bingkai toleransi dan bhineka tunggal ika,” tutupnya.(sr)