Imbas Corona, 89 Juta Warga Indonesia Akan Dapat Bantuan Tunai

Jakarta,Saorakyat.com– Pemerintah sedang merumuskan program stimulus ekonomi berupa bantuan tunai kepada 89 juta rakyat Indonesia.

Program tersebut merupakan antisipasi untuk menjaga perekononian masyarakat dari imbas yang ditimbulkan akibat wabah corona.

Baca Juga: Bayi 9 Bulan Negatif Corona, Tapi Satu Warga Luwu dalam PDP

Saat ini, pemerintah bersama kementerian terkait sedang menggodok peraturan tentang mekanisme penyalurannya.

Diberitakan CNBCIndonesia, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, jor-joran memberikan stimulus fiskal untuk menjaga masyarakat dari jerat wabah virus corona atau COVID-19.

Salah satunya adalah dengan memberikan bantuan tunai kepada 89 juta masyarakat.

Baca Juga: Belum Ada Terkonfirmasi Covid-19 di Lutra

“Bersama menteri-menteri terkait, Mendikbud untuk peningkatan pendidikan dan penanganan COVID-19, kemudian Kemensos untuk PKH (Program Keluarga Harapan) atau sembako. Sedang kita kaji keputusan yang segera.”

“Tujuannya adalah 89 juta masyarakat, akan diberikan uang dalam bentuk banyak. Atau diberikan dalam kartu sembako yang juga dinaikkan,” papar Sri Mulyani, setelah Rapat Terbatas dengan Presiden Jokowi melalui video conference, Jumat (20/3/20).

Kartu Pra Kerja dan Kartu Indonesia Pintar terus didorong lebih luas lagi. Sri Mulyani menegaskan, dengan Kartu Pra Kerja maka yang terkena PHK pun dapat bantuan.

“APBN akan merespons secara cepat. Karena ruang APBN Rp 2.500 triliun cukup memadai,” tegas Sri Mulyani.(**)

Sumber: CNBCIndonesia.com

  • Pesan BNPB:

Social Distancing: Kurangi kontak langsung. Jika SAKIT tetap di rumah. Jaga jarak aman minimal 1 meter. Dapatkan informasi akurat dan terpercaya covid19.go.id

BNPB Cek di sini:?Virus Corona

Next Post

Update Kasus Corona di Indonesia: 450 Positif, 38 Meninggal, 20 Sembuh

Ming Mar 22 , 2020
Jakarta,Saorakyat.com– Pemerintah sedang merumuskan program stimulus ekonomi berupa bantuan tunai kepada 89 juta rakyat Indonesia. Program tersebut merupakan antisipasi untuk menjaga perekononian masyarakat dari imbas yang ditimbulkan akibat wabah corona. Baca Juga: Bayi 9 Bulan Negatif Corona, Tapi Satu Warga Luwu dalam PDP Saat ini, pemerintah bersama kementerian terkait sedang […]