Indonesia Dihantam Corona: Pengangguran 12 Juta Orang, Kemiskinan Bisa Capai 28 Juta

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa memberikan sambutan dalam acara Kick Off Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah 2021 di Kantor Bappenas, Jakarta. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

JAKARTA, Saorakyat.com –Pandemi COVID-19 membuat ekonomi Indonesia terpuruk. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memprediksi pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini hanya akan berkisar antara minus 0,4 persen sampai 1 persen.

Dampaknya, pengangguran dan kemiskinan meningkat. Menurut perhitungan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), tingkat kemiskinan tumbuh menjadi 10,63 persen.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengungkapkan, setidaknya bakal ada penambahan jumlah penduduk miskin hingga 4 juta orang jika pemerintah tidak melakukan intervensi melalui program perlindungan sosial.

Baca Juga: Kementan Terbitkan Rekomendasi dalam Kegiatan Kurban di Masa Pandemi Covid-19

Dengan demikian, total penduduk miskin diproyeksi bakal meningkat dari 24,79 juta orang menjadi 28,7 juta orang.

“Tanpa intervensi, tingkat kemiskinan bisa mencapai 10,63 persen, naik 4 juta orang dari 24 juta menjadi 28 juta,” ungkap Suharso saat rapat dengan Komisi XI DPR RI, Senin (22/6/20) melansir kumparan.com

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada September 2019 lalu, tingkat kemiskinan tercatat sebesar 9,22 persen atau sebanyak 24,79 juta orang.

Suharso pun berharap, dengan intervensi yang dilakukan pemerintah selama masa pandemi diharapkan jumlah penduduk miskin baru tidak akan mencapai 4 juta orang. Ia berharap penambahan bisa ditekan sekitar 1,2 juta hingga 2,7 juta orang.

Baca Juga: Warga Bolaang Mongondow Selatan Rasakan Guncangan Gempa M6,0 Cukup Kuat

Peningkatan angka kemiskinan tersebut disebabkan aktivitas ekonomi masyarakat yang terhenti akibat pandemi COVID-19. Tak bisa dipungkiri bahwa pandemi ini menyebabkan banyak pengangguran baru dan penurunan pendapatan masyarakat sehingga jumlah angka kemiskinan juga turut naik.

Pengangguran Diperkirakan Capai 12 Juta Orang.

Berbanding lurus dengan angka kemiskinan, jumlah pengangguran diproyeksikan akan meningkat di kisaran 4,03 juta orang sampai 5,2 juta orang di tahun 2020. Berdasarkan data BPS per Agustus 2019, jumlah pengangguran terbuka sebanyak 7,05 juta jiwa atau 5,28 persen dari angkatan kerja.

Dengan demikian, pengangguran bisa mencapai 12 juta orang atau sekitar 9 persen dari angkatan kerja.

Baca Juga: Kesal Lantaran Jarang Dilayani, Kuping Istri Disayat Pakai Bambu

“Proyeksi kami jumlah pengangguran meningkat kisaran 4,3 juta sampai 5,2 juta orang. Kemiskinan akan bertambah sekitar 3,02 juta hingga 5,71 juta orang,” ungkap Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Makro Ekonomi dan Keuangan Internasional,

Suminto, dalam webinar Infobank, Selasa (23/6). Beberapa program yang dijalankan pemerintah untuk menekan angka kemiskinan dan pengangguran akibat pandemi ini di antaranya perluasan bantuan sosial, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, Bantuan Sosial Tunai (Bansos Tunai), Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Desa, Kartu Prakerja, hingga gratis dan diskon listrik bagi masyarakat miskin.(rd/*)

Next Post

Selamatkan Pertanian, DPR Dukung Penambahan Anggaran Kementan

Rab Jun 24 , 2020
Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa memberikan sambutan dalam acara Kick Off Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah 2021 di Kantor Bappenas, Jakarta. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan JAKARTA, Saorakyat.com – Pandemi COVID-19 membuat ekonomi Indonesia terpuruk. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memprediksi pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini hanya akan berkisar antara minus 0,4 persen sampai 1 […]