Kemensos Kucurkan Rp2 Miliar untuk Banjir Bandang Luwu Utara

Menteri Sosial Juliari P Batubara bersama Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI Pepen Nazaruddin memberikan santunan sebesar 15 juta rupiah kepada korban meninggal dunia banjir bandang di Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Foto: Istimewa

LUTRA, Saorakyat.com–Kemensos menjamin seluruh kebutuhan para korban banjir di Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, terpenuhi. Itu dikatakan setelah mengamati langsung bencana dahsyat sepanjang waktu di daerah pemekaran Luwu itu.

Jumlah bantuan yang sudah diberikan Kemensos untuk banjir di Masamba mencapai Rp2 miliar. Rinciannya terdiri dari bantuan logistik, peralatan kebersihan dan santunan korban meninggal dunia. Tak menutup kemungkinan bantuan ini akan bertambah lantaran masih adanya korban yang belum ditemukan.

“Pak Presiden Jokowi komitmen dalam mewujudkan negara hadir membantu warga disetiap bencana seperti di Luwu Utara ini, jadi bapak ibu jangan ragu,” kata Juliari, Jumat (17/7/20) dilansir dari kumparan.com

Kondisi Masamba, pasca banjir bandang. Lumpur mencapai ketebalan hingga semeteran lebih. Foto: istimewa

Juliari mengatakan, berdasarkan pengamatannya di lapangan, kebutuhan yang paling mendasar yang dibutuhkan para korban banjir adalah makanan dan air bersih. Terkait makanan, Juliari sudah meminta dapur umum Taruna Siaga Bencana (Tagana) terus beroperasi, memasak untuk para pengungsi.

“Kita pastikan semua korban meninggal dunia dapat santunan. Hingga saat ini telah diberikan santunan kepada 23 ahli waris. Ini bisa kita tambah,” kata Juliari.

Baca Juga: Jokowi Berikan Tugas Menteri PUPR Lakukan Pemulihan Dampak Banjir Bandang Luwu Utara

Selain bantuan berupa makanan atau materi, Kemensos juga menerjunkan tim layanan dukungan psiokososial (LDP). Mereka bertugas memulihkan trauma pengungsi terutama anak-anak agar tidak terguncang jiwanya atau mengalami stres.

“Jadi dukungan psikososial itu adalah kontak awal. Nah, bantuan psikososial dari sejak kejadian sudah datang. Kehadiran kita sebenarnya sudah memberikan penguatan,” jelas Mensos.

Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI Pepen Nazaruddin menjelaskan adanya tim LDP ini, anak-anak di pengungsian diharapkan lebih tenang menghadapi bencana yang bahkan merusak tempat tinggal mereka.

“Tim LDP akan menjangkau seluruh wilayah terdampak banjir bandang di Masamba kabupaten Luwu Utara, mereka bertugas memberikan rasa nyaman kepada korban banjir,” tambah Pepen.

Saat ini Pemkab Luwu Utara masih fokus membuka akses jalan yang terisolir akibat banjir terutama pada akses jalan Nasional untuk distribusi logistik.

Dari catatan BPBD Luwu Utara, jumlah pengungsi hingga saat ini sudah mencapai 14.483 jiwa. Jumlah pengungsi terbanyak berasal dari Masamba yakni 7.748 jiwa, disusul Baebunta 5.808 jiwa, kemudian Sabbang 927 jiwa.
“Sampai hari ini, ada 36 orang meninggal dunia, 68 yang dilaporkan hilang, dan 3.946 korban mengungsi, dan 14 ribu jiwa lebih terdampak yang tersebar di enam kecamatan,” ujar Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani dalam keterangannya.(asy)

Next Post

Antisipasi Kepala Daerah Ikut Pilkada, Mendagri Siapkan Skema Plt dan Pjs

Sab Jul 18 , 2020
Menteri Sosial Juliari P Batubara bersama Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI Pepen Nazaruddin memberikan santunan sebesar 15 juta rupiah kepada korban meninggal dunia banjir bandang di Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Foto: Istimewa LUTRA, Saorakyat.com–Kemensos menjamin seluruh kebutuhan para korban banjir di Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi […]