KPU Luwu Terkendala Pemutakhiran Data Lantaran Disdukcapil Kurang Sinergitas

LUWU, Saorakyat.com–KPU Luwu mengalami kendala dalam melakukan pendataan yang akurat, lantaran tidak diberikannya data “by name by adress” oleh Disdukcapil Luwu. Hanya berupa rekap kependudukan yang diserahkan.

“Yang dibutuhkan adalah rekap kependudukan berupa NIK, Nama dan Alamat sehingga data pemilih lebih akurat,” kata Adly Aqsa, Koordinator Divisi Parmas KPU Luwu yang memimpin rapat pleno rekapitulasi data pemilih berkelanjutan periode April 2020 di Kantor KPU Kabupaten Luwu, Senin (20/04/20)

Aldy mengatakan, KPU Luwu belum maksimal melakukan pendataan, lantaran data yang diberikan oleh Disdukcapil Luwu hanya berupa rekap kependudukan.

KPU Luwu sebelumnya kata dia, sudah melakukan koordinasi dengan seluruh pihak, khususnya dengan Disdukcapil Luwu. Sehingga sesuai dengan surat edaran KPU RI, rapat pleno rekapitulasi pemutakhiran data pemilih berkelanjutan dilaksanakan.

Baca Juga:

Koordinator Divisi Parmas KPU Luwu ini menjelaskan, pemutakhiran data pemilih berkelanjutan merupakan amanat konstitusi. Sehingga KPU kabupaten/kota melakukan
pemutakhiran data pemilih berkelanjutan sepanjang tahun. Data diupdate setiap bulan untuk dilaporkan ke KPU Provinsi dan KPU RI.

“Ini kami lakukan agar hak politik dan hak pilih masyarakat di Luwu dipenuhi secara konstitusi,” sebutnya.

KPU Luwu berharap ke depan sinergitas dengan Disdukcapil Luwu semakin maksimal dalam melakukan kerja bersama memenuhi hak politik warga negara, khususnya warga Kabupaten Luwu

“Kami berharap kepada masyarakat, partai politik, warga yang telah memenuhi syarat untuk menjadi pemilih, mohon untuk dilaporkan ke KPU Luwu. Ini untuk menjaga kesinambungan data pemilih di pemilihan berikutnya,” pintanya.

Pengawasan rapat pleno ini dipantau oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Luwu, Abdul Latif Idris selaku koordiv PHL didampingi dua orang staf pengawasan.

Baca Juga:

Senada dengan KPU Luwu, Ketua Bawaslu Luwu, Abdul Latif Idris mengatakan, kendala yang dihadapi KPU Luwu, menyoal tidak diberikannya data “by name by adress” oleh Disdukcapil Luwu. Tentu hal ini harus terus didorong agar pihak Disdukcapil membuka diri.

“Kami menyarankan KPU Luwu menjadwalkan pertemuan dengan Pemkab Luwu dalam hal ini Bupati Luwu untuk membicarakan tahapan yang kita laksanakan dalam membicarakan tujuan KPU Luwu mengakses data kependudukan,” tandas Latif Idris

Disdukcapil Luwu, kata Abdul Latief, bisa bekerjasama dengan pihak penyelenggara pemilu, khususnya KPU kaitannya dengan updating data penduduk.

“Setiap penyelenggaraan, baik itu pemilihan umum maupun pemilihan kepala daerah banyak yang menyoal kualitas data pemilih, ini akibat data dianggap tidak valid,” ucap Abdul Latif Idris

Untuk diketahui, jumlah pemilih berkelanjutan untuk periode April 2020, sebanyak 255.995. Terdiri dari laki-laki sebanyak 127.185 dan perempuan sebanyak 128.810. Jumlah ini mengalami penurunan dari jumlah sebelumnya yakni 256.002 pemilih yang tersebar di 22 kecamatan. (jp/as)

Next Post

Pemkab Lutra Tetapkan Besaran Zakat Fitrah 1441 Hijriah

Sel Apr 21 , 2020
LUWU, Saorakyat.com–KPU Luwu mengalami kendala dalam melakukan pendataan yang akurat, lantaran tidak diberikannya data “by name by adress” oleh Disdukcapil Luwu. Hanya berupa rekap kependudukan yang diserahkan. “Yang dibutuhkan adalah rekap kependudukan berupa NIK, Nama dan Alamat sehingga data pemilih lebih akurat,” kata Adly Aqsa, Koordinator Divisi Parmas KPU Luwu […]