Massif Penyaluran APD di Luwu, Tapi Pemenuhan Hidup Masyarakat Belum Tersentuh

Luwu, Saorakyat.com— Seiring mewabahnya Covid-19 untuk pengadaan APD di Luwu terbilang massif. Namun menyoal dampak Covid-19 terhadap ekonomi masyarakat belum tersentuh.

Untuk pengadaan APD misalnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu, telah menyalurkan sebanyak 140 Alat Pelindung Diri (APD) ke 22 Puskesmas, Rumah Sakit dan Dinas Kesehatan Luwu.

Sekretaris BPBD Luwu, Aminuddin Alwi mengatakan, untuk Puskesmas masing-masing dibagikan satu set baju hazmat.

Baca Juga:

“Utuk RSUD Batara Guru kami salurkan sebanyak 30 baju hazmat. Sisanya kami simpan sebagai cadangan antisipasi Covid-19,” kata Aminuddin, Kamis (16/4/20)

Untuk diketahui Pemkab Luwu melalui Tim Gugus Tugas Penanganan Penyebaran Covid-19, mengadakan APD sebanyak 140 baju hazmat, 15 ribu masker medis, serta kurang lebih 20 ribu masker kain. Pengadaan ini berkerjasama dengan forum kabupaten sehat Luwu.

Menjadi catatan di Luwu untuk pengadaan APD terbilang massif dilakukan Pemkab Luwu. Namun seiring perjalanan wabah Covid-19, menyoal dampaknya terhadap ekonomi masyarakat belum adanya keberpihakan dari kebijakan pemerintah daerah.

Baca Juga:

Untuk pembagian program sembako saja, bantuan melalui Kementrian Sosial untuk warga kurang mampu terkendala. Lantaran stok beras terkendala di pihak Bulog. Bahkan saling berselisih bahasa menyaoal itu.

Terkhusus, pada pemberlakuan tiga hari untuk tidak keluar rumah dari tanggal 10 April hingga 12 April 2020. Kebijakan ini, tidak disertai dengan dampaknya terhadap pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat.

Terutama yang berpendapatan harian. Hingga kini belum terlihat keberpihakan kebijakan terhadap ekonomi masyarakat di Luwu.

Beberapa hari lalu Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Luwu menggelar rapat terpadu dengan Forkopimda di kantor Bupati Luwu. Rapat terpadu ini untuk memastikan terkendalinya inflasi sebagai dampak Covid-19.

Ada lima rumusan yang lahir dari rapat yang dipimpin Plt Sekda Luwu, Ridwan Tumba Lolo. Kelima rumusan itu, ada satu pembuatan aplikasi dagang OPD terkait. Alih-alih untuk mempermudah jual beli masyarakat. Sementara, mayoritas penghidupan masyarakat Luwu adalah petani.

Baca Juga:

Empat rumusan lainnya, hanya sifatnya antisipatif, menjaga ketersediaan stok pangan dan menjaga jangan sampai terjadi kelonjakan harga terutama saat memasuki bulan suci ramadhan dan hari raya Idul Fitri ditengah kondisi menghadapi Covid-19

Bupati Luwu, H. Basmin Mattayang beberapa hari lalu mengungkap Luwu masih dalam zona hijau penyebaran Covid-19.

Dengan begitu, sejatinya tidak saja memperhatikan pengadaan APD, tapi juga menyoal kelangsungan hidup masyarakat sebagai dampak dari pandemi Covid-19.

Diketahui, Presiden Joko Widodo telah beberapa kali mengingatkan kepada kepala daerah agar memperhatikan kebutuhan dan kelangsungan hidup masyarakat. (jp/as)

Next Post

Jaring Pengaman Sosial Kurangi Dampak Ekonomi Masyarakat di Tengah Pandemi Covid-19

Kam Apr 16 , 2020
Luwu, Saorakyat.com – Seiring mewabahnya Covid-19 untuk pengadaan APD di Luwu terbilang massif. Namun menyoal dampak Covid-19 terhadap ekonomi masyarakat belum tersentuh. Untuk pengadaan APD misalnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu, telah menyalurkan sebanyak 140 Alat Pelindung Diri (APD) ke 22 Puskesmas, Rumah Sakit dan Dinas Kesehatan Luwu. Sekretaris […]