Pemkab Lutra Tepis Dinilai Lamban Penanganan Covid-19

LUTRA, Saorakyat.com— Pemkab Luwu Utara (Lutra) melalui juru bicara Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Komang Krisna menepis dinilai lamban oleh sebagian masyarakat terkait penanganan wabah corona.

Menurutnya, Pemkab Lutra Utara melalui Gugus Tugas tidak pernah tinggal diam dalam penanganan Covid-19.

“Pemerintah tidak pernah tinggal diam dalam penanganan Covid-19. Seandainya kami tidak merespon dengan melakukan kontak tracing, barangkali sudah terjadi penularan yang cukup besar (outbreak) di wilayah ini,” kata Komang, Jumat (1/5/20).

Komang mengatakan, lebih baik Covid-19 terdeteksi secara cepat, daripada tidak diketahui sama sekali. Karena itu akan menjadi ‘bom waktu’ yang setiap saat akan meledak.

Baca Juga:

Keselamatan masyarakat kata dia, menjadi prioritas yang harus dikedepankan, dengan tetap melakukan pemantauan secara ketat terhadap santri yang sudah terkonfirmasi positif Covid-19. Agar santri ini cepat pulih dan dinyatakan telah sehat.

“Pimpinan telah menginstruksikan kepada kami bahwa keselamatan warga harus dikedepankan. Makanya ketika ada satu kasus positif yang dikarantina di Makassar, kami langsung melakukan kontak tracing terhadap santri yang kontak erat dengan kasus pertama,” terangnya.

Komang mengungkapkan, sebenarnya ada empat orang yang kontak erat dengan kasus pertama yang dikarantina di Makassar. Tapi dengan alasan keselamatan warga yang utama, maka pihaknya melakukan kontak tracing sebanyak 73 santri.

Baca Juga:

“15 orang telah terkonfirmasi dari BBLK Makassar, dengan hasil konfirmasi positif Covid-19 sebanyak dua orang. Kami masih menunggu hasil laboratorium sebanyak 58 orang dari BBLK Makassar,” ungkapnya.

Terkait dua santri dengan status OTG yang melakukan karantina rumah, Kabid Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan ini menjelaskan, tindakan tersebut sesuai juknis penanganan Covid-19 revisi IV.

“Kami sangat berharap masyarakat mendukung proses pemulihan kedua santri ini, sehingga imunitas keduanya bisa meningkat. Tentu dukungan orang tua sangat dibutuhkan sehingga proses pemulihan bisa lebih cepat,” jelasnya.

Masih kata Komang, kedua santri ini tidak memiliki gejala batuk/bersin (droplet) sehingga keduanya disebut Orang Tanpa Gejala (OTG).

“Jadi dua santri ini tidak sakit. Olehnya tidak perlu dirujuk ke rumah sakit. Cukup pemulihan dengan karantina rumah dengan dipantau petugas kesehatan secara ketat guna memastikan keluarga tersebut disiplin melakukan karantina rumah. Makanya kita juga melakukan pengambilan swab terhadap keluarga mereka, dan itu sudah dilakukan TGC Dinas Kesehatan,” ujarnya.

Guna memastikan kedua santri ini sehat, maka akan dilakukan pemeriksaan swab di hari ke-14. Dihitung mulai dari pengambilan swab pertama,” pungkasnya. (lh/as)

Next Post

Pujian NA Terhadap Penanganan Covid-19 di Lutra Gugur, Sudah 20 Warga Terjangkit

Sab Mei 2 , 2020
LUTRA, Saorakyat.com – Pemkab Luwu Utara (Lutra) melalui juru bicara Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Komang Krisna menepis dinilai lamban oleh sebagian masyarakat terkait penanganan wabah corona. Menurutnya, Pemkab Lutra Utara melalui Gugus Tugas tidak pernah tinggal diam dalam penanganan Covid-19. “Pemerintah tidak pernah tinggal diam dalam penanganan Covid-19. Seandainya kami […]