Pemkab Luwu Salurkan BST Dinsos Tahap II di Kelurahan Senga

Bupati Luwu, H Basmin Mattayang didampingi Camat Belopa, Rahmat Andi Parani, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial, Syaiful, S.Sos dan Lurah Senga Indah Kumalasari menyalurkan BST.foto: MC Luwu

LUWU,Saorakyat.com– Pemkab Luwu mulai menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) Tahap II dari Kementerian Sosial kepada 180 KK di kantor Kelurahan Senga Kecamatan Belopa, Rabu (10/6/20)

Bupati Luwu, H Basmin Mattayang didampingi Camat Belopa, Rahmat Andi Parani, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial, Syaiful, S.Sos dan Lurah Senga Indah Kumalasari menyalurkan BST

Bupati Luwu, H. Basmin Mattayang menyampaikan Bantuan Sosial Tunai dari Kementerian Sosial RI merupakan bentuk kesigapan pemerintah dalam membantu meringankan beban masyarakat, khususnya bagi mereka yang terdampak wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Baca Juga:Bupati Luwu Tegaskan Kades dan BPD Harus Proaktif Pantau Fenomena Sosial Masyarakat

“BST ini merupakan bantuan dana tunai dari Kementerian Sosial RI sebanyak Rp.600 ribu/Kepala Keluarga tiap bulannya selama 3 bulan, terhitung mulai bulan April, Mei dan Juni. Tujuannya adalah membantu meringankan beban masyarakat, khususnya bagi mereka yang terdampak wabah Covid-19. Jangan diliat dari nilainya tetapi harus disyukuri,” ujar Basmin Mattayang

Menurut Basmin, saat ini ada beberapa jenis bantuan yang diberikan pemerintah kepada masyarakat diantaranya adalah Bantuan Sosial Tunai (BST), Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa, bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) hingga Kartu Prakerja

“Agar lebih merata dan adil, maka BST dan BLT dana desa tidak boleh diberikan kepada masyarakat penerima bantuan PKH maupun BPNT. Tidak boleh ‘double’ bantuan yang diterima masyarakat,” imbuhnya.

Baca Juga: BPBD Luwu Mencatat Sekitar 3.434 Rumah Penduduk Terdampak Banjir

Pada kesempatan itu, Basmin mensosialisasikan penerapan Normal Baru dalam kehidupan sehari-hari yang tetap mengikuti protokol kesehatan.

“Penerapan ‘New Normal’ atau Normal Baru, aktifitas masyarakat kembali seperti biasanya. Hanya saja tetap mengikuti protokol kesehatan, yaitu memakai masker, jaga jarak dan rajin cuci tangan,” papar Basmin

Sekarang ini kata dia, boleh kembali melaksanakan sholat lima waktu berjamaah di masjid, pasar dan toko kembali buka dengan syarat, penjual dan pembeli harus memakai masker.

“Penerapan Normal Baru ini kita dituntut untuk lebih disiplin, bahkan kedepan akan ditetapkan beberapa lokasi menjadi kawasan wajib memakai masker dan akan diberlakukan sanksi bagi yang melanggar aturan,” demikian Basmin Mattayang. (jp)

Next Post

Kasus Positif COVID-19 Melesat Naik 1.241, Total 34.316

Rab Jun 10 , 2020
Bupati Luwu, H Basmin Mattayang didampingi Camat Belopa, Rahmat Andi Parani, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial, Syaiful, S.Sos dan Lurah Senga Indah Kumalasari menyalurkan BST.foto: MC Luwu LUWU,Saorakyat.com– Pemkab Luwu mulai menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) Tahap II dari Kementerian Sosial kepada 180 KK di kantor Kelurahan […]