Pertamina Sukses Datangkan Satu Juta Barel Minyak Mentah dari Aljazair

JATENG, SAORAKYAT– PT Pertamina (Persero) mencatatkan tonggak sejarah baru dalam industri energi nasional dengan berhasil mendatangkan satu juta barel minyak mentah langsung dari Aljazair ke Indonesia.

Kargo minyak tersebut akan dipasok untuk kebutuhan operasional Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit IV Cilacap, Jawa Tengah.

Pengiriman perdana ini diangkut menggunakan kapal tanker MT Sypros. Kapal tersebut bertolak dari Port Arzew, Aljazair, dan menempuh perjalanan laut selama lebih dari satu bulan sebelum akhirnya bersandar di perairan Cilacap.

Minyak mentah yang didatangkan ini berasal dari Wilayah Kerja (WK) migas 405A yang dikelola oleh anak usaha Pertamina, yakni Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP).

Impor ini menjadi pengiriman pertama setelah Pertamina berhasil memperpanjang kontrak bagi hasil (Production Sharing Contract/PSC) dengan perusahaan migas Aljazair, Sonatrach, untuk jangka waktu 25 tahun ke depan.

Setibanya di Indonesia, proses pembongkaran muatan (unloading) dilakukan dengan standar tinggi. Sistem penyaluran terhubung langsung dengan Control Room Kilang IV Cilacap, memungkinkan pemantauan volume dan teknis dilakukan secara real-time dan terintegrasi.

Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menyatakan bahwa keberhasilan pengapalan lintas benua ini merupakan bukti konkret peran Pertamina dalam menjaga ketahanan energi nasional.

“Pengapalan ini menjadi bukti nyata kontribusi Pertamina melalui sinergi antarentitas, mulai dari hulu hingga hilir.

Hal ini juga menunjukkan kesiapan infrastruktur Pertamina serta komitmen perusahaan dalam memperkuat posisi Indonesia di rantai pasok energi global,” tegas Simon.

Langkah strategis ini dinilai mampu mengamankan pasokan bahan baku kilang dalam negeri dengan memanfaatkan aset hulu Pertamina di luar negeri, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pihak ketiga dalam rantai pasok minyak mentah.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini