Petani di Luwu Tolak Bantuan 12 Ribu Bibit Kakao dari Dana PHLN Lantaran tidak Layak Tanam

Kelompok Tani Komoditi Kakao Sikamali dan Cahaya Sejahtera Desa Tombang, Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu, menolak bantuan bibit kakao dari pembiayaan IFAD–foto: istimewa–

LUWU, Saorakyat.com–Kelompok Tani Komoditi Kakao Sikamali dan Cahaya Sejahtera Desa Tombang, Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu, menolak bantuan bibit kakao dari manfaat program Rural Empowerment and Agricultural Development Scalling Up Innitiative (READSI) karena dinalai tak layak tanam.

Program ini dilakukan pada tahun 2019-2023 dengan sumber pembiayaan dari International Fund for Agriculture Development (IFAD) dalam bentuk Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN).

Bibit Kakao ini dimuat dua kendaraan roda enam dan rencananya akan dibagikan untuk dua kelompok tani. Penolakan bantuan bibit ini berlangsung di Desa Tombang, Walenrang, Luwu, Jumat 27 November 2020.

Kepala BPP Walenrang, Lukman, SP mengatakan, bibit yang diantarkan itu usianya sudah tua, akarnya sudah keluar dan menjalar ke tanah serta tidak segar lagi.

“Tugas kami seorang penyuluh, selama ini memberikan pemahaman kepada petani bagaimana cara melihat dan memilih bibit yang bagus. Sehingga petani paham betul tentang itu” ungkapnya Sabtu, (28/11/20)

Kemarin itu kata dia, walau petani belum sempat melihat label atau sertifikasinya, namun mereka sudah tahu kalau bibit itu tidak sehat. Makanya petani menolak karena mereka sudah paham betul tentang bibit kakao yang baik dan layak tanam.

“Petani yang langsung menolak, karena melihat kondisi bibit yang sudah layu, tua dan tidak ada daunnya yang segar” tuturnya.

Lanjut Lukman, kalau menurut penyedia bibit kakao ini, pihaknya akan mengganti dengan bibit yang sehat atau bagus sesuai dengan jumlah yang seharusnya.

Baca juga: Bupati Luwu Lantik 100 Anggota BPD Abaikan Prokes Covid-19

Terpisah, Fasilitator Desa Tombang Ahmadi saat dihubungi media juga membenarkan penolakan bibit kakao tersebut karena tidak layak tanam.

“Petani baru mengambil beberapa contoh bibit, begitu petani melihat bibit tersebut, petani langsung menolak, karena tidak sesuai dengan harapannya” ungkap Ahmadi.

Menurut Ahmadi, kalau bibit Kakao yang diantarkan itu baru sekitar 12 ribu bibit. Sisanya akan diantarkan kemudian.

“Kemungkinan bibitnya kelamaan saat pengangkutan, kena sinar matahari sehingga bibitnya layu” ucapnya.

Baca juga: Empat Korban Penyerangan Diduga Aksi Kelompok MIT di Sigi Dimakamkan

Ahmadi juga menyampaikan kalau penyedia bibit ini siap mengganti dengan bibit yang bagus, namun waktunya belum diketahui.

Sementara itu Kabid Perkebunan Dinas Pertanian Luwu, Uchu Butun Manurung SP, saat dihubungi via WhatsApp Sabtu, (28/11/20), mengatakan kalau bibit yang diberikan tersebut kualitasnya bagus.

“Kualitas bibitnya bagus, cuma saat diantar sebelumnya petani belum siap ambil, akhirnya kelamaan di atas mobil jadi agak layu” ucapnya.

Diketahui, Program READSI merupakan salah satu bagian dari program Kementerian Pertanian yang mendukung terwujudnya Visi Pembangunan Pertanian yaitu tercapainya kedaulatan pangan dan meningkatnya kesejahteraan petani serta mendukung suksesnya program regenerasi petani.

Baca juga: KPK Geledah Kantor KKP, Ditemukan Uang Tunai

Sasaran Program READSI adalah petani, termasuk petani miskin yang aktif dan memiliki sumberdaya seperti lahan yang berpotensi untuk meningkatkan taraf hidupnya dengan bantuan program, petani aktif dan memiliki potensi sebagai ‘agen perubahan’ untuk memotivasi petani lainnya terutama kelompok miskin dan memperbaiki penghidupannya.

Termasuk petani yang tidak memiliki lahan, petani pemilik lahan sempit dan kepala keluarga perempuan yang akan dilibatkan secara langsung dalam usaha pengembangan lahan pekarangan, nomfarm, kegiatan perbaikan gizi dan kegiatan pengelolaan keuangan. (**)

Next Post

Mewaspadai Klaster Corona Jelang Pencoblosan Pilkada 2020

Ming Nov 29 , 2020
Kelompok Tani Komoditi Kakao Sikamali dan Cahaya Sejahtera Desa Tombang, Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu, menolak bantuan bibit kakao dari pembiayaan IFAD–foto: istimewa– LUWU, Saorakyat.com–Kelompok Tani Komoditi Kakao Sikamali dan Cahaya Sejahtera Desa Tombang, Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu, menolak bantuan bibit kakao dari manfaat program Rural Empowerment and Agricultural Development Scalling […]
Social Media Integration by Acurax Wordpress Developers
Visit Us On FacebookVisit Us On PinterestVisit Us On InstagramVisit Us On YoutubeVisit Us On TwitterVisit Us On LinkedinCheck Our Feed