Polisi Mengendus Pelarian Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis Kontras

Tangkapan layar CCTV diduga pelaku penyiraman air keras ke aktivis KontraS di Jakarta Pusat, yang terjadi pada Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 23.37 WIB. (Dok. Istimewa)
  • Kepolisian Daerah Metro Jaya berkomitmen menangani perkara ini secara profesional, transparan, dan akuntabel.

  • Sesuai arahan Presiden serta instruksi Kapolri agar seluruh tahapan berjalan profesional, transparan dan diproses hingga tuntas.


JAKARTA, SAORAKYAT–Polisi mengendus pelarian empat terduga pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, di kawasan Salemba, Jakarta Pusat.

Para pelaku diketahui menggunakan dua sepeda motor dan melarikan diri ke arah berbeda usai kejadian.

Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Iman Imannudin menjelaskan, dua pelaku pertama kabur dengan melawan arus menuju Pasar Senen.

Kemudian kata Imam, bergerak ke Kramat Raya, Tugu Tani, hingga ke arah Stasiun Gondangdia dan Jakarta Selatan.

Sementara dua pelaku lainnya melaju lurus ke arah Pramuka Sari, Matraman, Jatinegara, hingga Jalan Otto Iskandar Dinata, Jakarta Timur.

“Kemudian satu kendaraan yang ditumpangi orang tidak dikenal 3 dan orang tidak dikenal 4, dari lokasi kejadian yang bersangkutan tidak berputar arah, tapi lurus menuju Jalan Pramuka Sari 2. Lalu menuju Matraman, kemudian termonitor dari kamera pengawas menuju wilayah Jatinegara, selanjutnya ke Jalan Otto Iskandar Dinata Jakarta Timur,” kata Iman.

Berdasarkan rekaman kamera pengawas yang dianalisis secara digital, salah satu pelaku sempat mengganti pakaian untuk mengelabui petugas sebelum melanjutkan pelarian.

Para pelaku kemudian berpencar ke sejumlah wilayah, termasuk Kalibata, Ragunan, hingga Bogor.

“Setelah kejadian, salah satu pelaku diduga mengganti pakaian sebelum melanjutkan perjalanan dalam pelariannya, dan hasil analisa jaringan komunikasi menunjukkan para pelaku selanjutnya berpencar ke wilayah Kalibata, Ragunan, dan wilayah Bogor,” ujarnya.

Saat ini, polisi masih melakukan pengejaran dan pendalaman kasus dengan mengumpulkan bukti dari rekaman kamera pengawas dan analisis komunikasi.

“Kami masih terus melakukan pengumpulan fakta hukum berdasarkan dari analisa kamera pengawas dan jaringan komunikasi yang kami peroleh,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Asep Edi Suheri menegaskan kasus ini akan diusut tuntas secara profesional dan transparan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Kami menegaskan, Kepolisian Daerah Metro Jaya berkomitmen menangani perkara ini secara profesional, transparan, dan akuntabel. Langkah tersebut dilaksanakan sesuai arahan Presiden serta instruksi Bapak Kapolri agar seluruh tahapan berjalan profesional, transparan dan diproses hingga tuntas,” ujar Asep.

Ia menambahkan, penyampaian informasi kepada publik dilakukan secara hati-hati agar tidak menimbulkan spekulasi.

“Kami mengedepankan prinsip kehati-hatian agar setiap informasi yang disampaikan kepada masyarakat telah terverifikasi,” ujarnya.(*