RS Regional di Kabupaten Luwu dan Gowa Segara Dibangun
-
Pembangunan RS Regional itu berlokasi di Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, dan Kecamatan Tinggimoncong, kawasan Malino, Gowa.
-
Pembangunan RS ini merupakan bagian dari Program Multi Years Project (MYP) Tahun 2025-2027 yang diinisiasi Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi.
SULSEL, SAORAKYAT–Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemrov Sulsel) menargetkan pembangunan fisik dua Rumah Sakit (RS) Regional tahun 2026 ini.
Kekinian, telah memasuki tahap penetapan pemenang tender, yang menandakan kesiapan untuk segera masuk ke fase konstruksi.
Pemerintah menargetkan pembangunan fisik kedua rumah sakit ini dapat dimulai pada tahun ini melalui skema design and build, sebagai langkah percepatan dalam menghadirkan layanan rujukan yang berkualitas dan merata di Sulawesi Selatan.
Pembangunan Rumah Sakit (RS) Regional itu berlokasi di Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, dan Kecamatan Tinggimoncong, kawasan Malino, Gowa. Pengerjaan fisik ditargetkan bisa terealisasi pada tahun ini.
Pembangunan RS ini merupakan bagian dari Program Multi Years Project (MYP) Tahun 2025-2027 yang diinisiasi Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi.
Berdasarkan data Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE), proses tahapan tender kini memasuki penetapan pemenang. Tercatat ada 74 peserta tender untuk RS Regional Luwu, dan 87 peserta tender untuk RS Regional Gowa.
Dalam draft lingkup pengerjaan proyek, dijelaskan kewajiban penyedia jasa konstriksi. Mulai dari pekerjaan persiapan, penyusunan master plan rumah sakit dikuti pembuatan Detailed Engineering Design (DED), Rencana Anggaran Biaya (RAB), perhitungan teknis serta rencana kerja dan syarat-syarat (RKS).
Dua rumah sakit itu akan dilengkapi berbagai fasilitas kesehatan yang modern serta sumber daya tenaga medis yang kompeten. Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman memberi perhatian khusus bagi tenaga medis melalui program penyaluran dokter spesialis ke daerah kepulauan dan terpencil.
“Saya melihat rencana pembangunan dua Rumah Sakit Regional ini sebagai langkah strategis dan visioner dari pemerintah provinsi dalam memperkuat sistem layanan kesehatan yang lebih merata dan berkeadilan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Sulsel Evi Mustikawati Arifin melansir Rakyat Susel.
Kehadiran RS Regional di dua titik diharapkan dapat mengurangi ketimpangan akses layanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat di wilayah sekitar yang selama ini harus dirujuk ke kota besar atau rumah sakit pusat.
Ini berarti kata dia, waktu tempuh lebih singkat, biaya lebih efisien, dan penanganan medis yang lebih cepat, terutama untuk kasus-kasus gawat darurat.
Kemudian lanjutnya, dari perspektif pembangunan daerah, RS Regional tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas kesehatan, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi lokal.
“Akan ada penyerapan tenaga kerja, tumbuhnya usaha pendukung seperti UMKM, hunian, transportasi, dan jasa lainnya. Dalam jangka menengah, ini akan menghidupkan kawasan sekitar rumah sakit,” ungkap Evi.
Ia melanjutkan, secara kebijakan publik, pembangunan RS Regional juga memperkuat ketahanan daerah di sektor kesehatan.
Daerah menjadi lebih siap menghadapi kondisi darurat kesehatan, bencana, maupun lonjakan kebutuhan layanan medis, tanpa terlalu bergantung pada fasilitas di luar wilayah.
Ia optimis, jika proses pembangunan hingga operasionalnya dijalankan secara transparan, tepat mutu, dan berkelanjutan, maka dua RS ini bisa menjadi pusat rujukan regional sekaligus sarana peningkatan kualitas SDM kesehatan di daerah.
“Jadi secara keseluruhan, saya memandang kehadiran dua RS Regional ini akan memberikan dampak positif yang signifikan, baik dari sisi pelayanan kesehatan, pembangunan wilayah, maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar. Tinggal bagaimana semua pihak mengawal agar implementasinya berjalan sesuai tujuan besar yang sudah dicanangkan,” ujar Evi.
Pemprov menyiapkan sejumlah fasilitas penunjang untuk bentuk perhatian kepada tenaga medis agar jangkauan layanan kesehatan semakin luas dan memadai bagi masyarakat. (Nab/*)

