Satgas COVID-19 Minta Bawaslu Waspada Minggu Terkahir Kampanye

JAKARTA, Saorakyat.com–Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas COVID-19, Sonny Harry B. Harmadi, memprediksi akan terjadi peningkatan kampanye tatap muka dalam minggu terakhir.

“Kampanye tatap muka ini eskalasinya bisa naik, karena tahapan kampanye sampai 5 Desember dan makin dekati hari H kampanye makin gencar,” kata Sonny.

Selain itu, Sonny mengatakan potensi pelanggaran protokol kesehatan akan semakin tinggi seiring dengan masifnya kampanye paslon jelang pencoblosan dan meminta Bawaslu tanggap. Saat ini, Satgas COVID-19 juga sudah memantau 13 daerah yang berisiko tinggi.

Baca juga: Mewaspadai Klaster Corona Jelang Pencoblosan Pilkada 2020

“Kami sudah amati ada 13 kabupaten kota yang akan melaksanakan pilkada dan mereka berisiko tinggi. Ini tentu kalau terjadi pelanggaran protokol kesehatan, potensi tercipta klaster pilkada akan besar,” ucap Sonny mengutip Kumparan.com

Sama seperti Bawaslu, Satgas COVID-19 juga sudah memetakan daerah mana saja yang rawan pelanggaran protokol kesehatan. Mereka akan menambah personel duta perubahan perilaku yang diutamakan di daerah berisiko tinggi.

“Kami sudah petakan daerah mana aja risiko tinggi, sedang, dan kami coba menambah personel di sana. Per hari ini 40.422 duta perubahan perilaku. Dari 40 ribu ini, kami lakukan perkuatan pada daerah yang berisiko tinggi,” tutur dia.

Pelanggaran Protokol Kesehatan Selama Kampanye Capai 2.126 Kasus

Sementara Komisioner Bawaslu, M Afifuddin, mengatakan mereka sudah memetakan 270 daerah yang melaksanakan pilkada memiliki kondisi kerawanan yang sama. Sebab data perkembangan COVID-19 di tiap daerah, terus mengalami pergeseran.

Komisioner Bawaslu, M Afifuddin.–foto:Kumparan–

“Jadi kami posisikan semua daerah dalam posisi yang sama kewaspadaannya. Hanya di daerah yang ada pilgubnya kita beri perhatian khusus. Yang pilgub hanya 9 provinsi, selebihnya daerah-daerah kabupaten kota,” kata Afif.

Afif menuturkan, Bawaslu memberikan perhatian khusus kepada sejumlah daerah yang kontestasi pilkadanya cukup ramai. Salah satu faktor yang membuat daerah itu ramai karena calon yang maju banyak disorot masyarakat.

Selain itu, Afif menyoroti kampanye tatap muka yang semakin marak jelang berakhirnya masa kampanye pada 5 Desember mendatang.

Baca juga: Petani di Luwu Tolak Bantuan 12 Ribu Bibit Kakao dari Dana PHLN Lantaran tidak Layak Tanam

“Metode kampanye tatap muka adalah yang paling diminati yaitu mencapai 91.640 kegiatan. Dari jumlah tersebut, Bawaslu menemukan pelanggaran prokes sebanyak 2.126 kasus,” kata Afif.

Meski ada peningkatan kampanye tatap muka, Afif mengatakan jumlah pelanggaran protokol kesehatan dalam kampanye pada 10 hari keenam cenderung menurun jika dibandingkan 10 hari kampanye sebelumnya.

Demi menekan penularan virus corona, Bawaslu merekomendasikan semua pihak mematuhi protokol kesehatan jika kampanye tatap muka memang harus diselenggarakan.
Bawaslu meminta penyelenggara kampanye menyediakan hand sanitizer dan menerapkan jaga jarak bagi peserta kampanye.

“Penegakan protokol kesehatan wajib menjadi perhatian baik oleh penyelenggara pemilu, penyelenggara kampanye, peserta kampanye maupun kepolisian dan satpol pp. Bawaslu merekomendasikan pengurangan kampanye dengan metode tatap muka atau pertemuan terbatas,” tutur Afif.(asy/**)

Next Post

Pasukan Khusus TNI dan Densus 88 Polri Diterjunkan Kejar Aksi Penyerangan Brutal Warga di Sigi

Sen Nov 30 , 2020
JAKARTA, Saorakyat.com–Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas COVID-19, Sonny Harry B. Harmadi, memprediksi akan terjadi peningkatan kampanye tatap muka dalam minggu terakhir. “Kampanye tatap muka ini eskalasinya bisa naik, karena tahapan kampanye sampai 5 Desember dan makin dekati hari H kampanye makin gencar,” kata Sonny. Selain itu, Sonny mengatakan potensi pelanggaran […]
Plugin for Social Media by Acurax Wordpress Design Studio
Visit Us On FacebookVisit Us On PinterestVisit Us On InstagramVisit Us On YoutubeVisit Us On TwitterVisit Us On LinkedinCheck Our Feed