Satu Unit Rumah Ludes Terbakar di Tete Uri

Lutra, Saorakyat.com–Satu unit rumah ludes terbakar di Desa Tete Uri, Sabbang Selatan, Lutra Sabtu (22/2) sekitar pukul 01.10 Wita dini hari.

Kebarakan rumah milik Markus Lamba, hanya menyisahkan puing-puing sisa dari material bangunan.Tak ada korban jiwa, namun mengakibatkan seluruh harta benda isi rumah tak terlesematkan.

Warga yang berdatangan berupaya memadamkan kobaran api dengan peralatan seadanya, tak bisa berbuat banyak. Api cepat menyulut bahan bangunan dari tripleks dan kayu. Upaya warga hanya menghalau agar api tidak merembet rumah sekitarnya.

Hasil olah TKP pihak kepolosian setempat, kebakaran rumah milik Markus Lamba alias Pong Lusi diduga korsleting dari televisi yang lupa dimatikan.

“Dari keterangan korban, dugaan sementara akibat konrslet dari TV yang ditinggal tidur masih dalam keadaan menyala,” kata Kapolsek Sabbang, Iptu Junaidi yang ditemui di TKP.

Terpisah, Sekretaris Desa Tete Uri, Albertin Rampun menuturkan, kobaran api cepat menyulut. Karena rumah panggung itu materialnya memang yang mudah terbakar.

“Mendengar teriakan warga, saya terbangun dari tidur. Saat keluar rumah melihat kobaran api. Saya langsung berlari minta tolong sama warga lainnya. Karena kepanikan tak terpikir untuk telepon pemadam kebakaran,” sebut Albertin.

Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lutra, saat ini juga menginventarisir kerugian akibat kebakaran itu. Pihaknya baru sebatas menyalurkan sembako kepada korban.

“Kami masih mendata kerugiannya, saat ini kita hanya salurkan bantuan darurat, seperti tenda, pakaian dan paket sembako,” sebut Kepala BPBD Lutra, H. Muslim Muchtar.(ys/*)

Next Post

Semalam di Desa Kembali Digulirkan Pemda Lutra

Sab Feb 22 , 2020
Lutra, Saorakyat.com–Satu unit rumah ludes terbakar di Desa Tete Uri, Sabbang Selatan, Lutra Sabtu (22/2) sekitar pukul 01.10 Wita dini hari. Kebarakan rumah milik Markus Lamba, hanya menyisahkan puing-puing sisa dari material bangunan.Tak ada korban jiwa, namun mengakibatkan seluruh harta benda isi rumah tak terlesematkan. Warga yang berdatangan berupaya memadamkan […]