Sebuah ‘Simbiosis Mutualisme’ dari Tes CPNS di Lutra

1

Pelaksanaan tes CPNS rupanya membawa berkah bagi para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Lutra. Sebuah “simbiosis mutualisme” terjadi di balik tes CPNS ini.

Catatan : Lukman Hamarong
Humas Pemkab Lutra

Sejak tes CPNS dimulai pada 15 Februari 2020 area parkir kawasan perkantoran Pemkab Lutra ramai lapak lapak UMKM berjejer. Mereka menjual aneka minuman dingin dan panas. Aneka snack berupa kue tradisonal Masamba.

Peserta bisa istirahat, menikmati minuman dan makanan yang disajikan, sambil menunggu giliran masuk ruangan tes. Soalnya, peserta dibagi ke dalam lima sesi per hari. Ataukah peserta bisa melepas lelah usai ujian yang pastinya memeras energi.

Pedagang atau pelaku UMKM pun ketiban rezeki, bisa menambah pendapatan dari hasil jualan mereka selama lima hari ke depan. Apalagi peserta tes CPNS jumlah ribuan. Bukan hanya asal Masamba atau Lutra saja, tetapi juga dari luar.

“Alhamdulillah, kami bersyukur dengan adanya pelaksanaan tes CPNS di Lutra. Kami bisa berjualan dan melayani para peserta dengan sajian minuman dan makanan dengan harga terjangkau,” kata Anugerah, pemilik lapak KAU THAITEA, Senin (17/2/2020), kemarin.

Meski hanya berjualan mulai pagi sampai jam 17.00 sore, tetapi pendapatan per-harinya tetap bisa membuat wajah mereka tersenyum bahagia. “Kami jualan sampai sore saja, tapi ini sudah cukup membantu kami menambah pendapatan keluarga,” cetusnya.

Sehari mereka mendapatkan berapa? Ia menyebutkan, tidak kurang dari Rp 500 ribu – Rp 600 ribu per-hari berhasil dapatkan. “Lumayanlah pak,” ujarnya. Yang menarik, Anugerah juga menyiapkan tempat berbaring di atas sebuah tikar di belakang lapaknya.

“Ini untuk mengantisipasi jangan sampai ada peserta yang kecapean, atau anak dan keluarga peserta yang kelelahan menunggu. Jadi kami siapkan tempat untuk baring-baring saja,” ungkap pemilik yang sehari-harinya menjual di depan RM Padang Masamba ini.

Sementara itu, Kabag Ekonomi Setda Lutra, Metu Ratu, yang sempat mampir di lapak KAU THAITEA, mendukung upaya pemerintah memberdayakan UMKM dalam setiap event yang ada. “Saya kira ini upaya pemberdayaan pelaku UMKM kita,” kata Metu.

Meski demikian, ia berharap pelaku UMKM bisa menjaga kebersihan, terkhusus tempat mereka jualan.

“Tentu ini sangat membantu peserta, dan keluarga yang menunggu. Tapi ada catatan, semua harus menjaga kebersihan, sampah plastik harus disimpan pada tempatnya. Biar lokasi ini tetap bersih dan indah,” tandasnya. (*)

Next Post

Seleksi CPNS Sistem CAT Mengantar Peserta Asal Rampi Unggul

Sel Feb 18 , 2020
Panitia sangat baik melayani kita, ramah dan penuh senyum. Kami peserta sangat berterima kasih atas pelayanannya, dan ini membuat saya rileks menghadapi ujian.