Semalam di Desa Kembali Digulirkan Pemda Lutra

Lutra, Saorakyat.com–Program primadona Pemerintah Daerah Kabupaten Lutra ‘Semalam di Desa’ kini kembali bergulir. Kegiatan ini, upaya untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

Kali pertama, desa yang akan dikunjungi tahun ini adalah Tulak Tallu. Sebuah desa yang terletak di Kecamatan Sabbang, 9 km dari jalan poros trans Sulawesi (Tugu Durian). Meski medan menuju ke Tulak Tallu sedikit berbukit dan menanjak, tetapi tetap bisa ditembus dengan kendaraan roda dua dan empat.

Bupati Lutra, Indah Putri Indriani, dijadwalkan hadir bersama jajarannya, dan akan menginap di Dusun Tumandi Desa Tulak Tallu, Sabbang, pada 29 Februari 2020 mendatang.

“Teknis pelaksanaannya masih sama seperti tahun kemarin. Intinya, kita ingin mendekatkan pelayanan hingga ke desa-desa,” kata Kepala Dinas Kadis PMD, Misbah, saat memimpin Rapat Persiapan Program Semalam di Desa beberapa hari lalu.

Misbah menyebutkan ada beberapa kegiatan yang akan dilakukan beberapa perangkat daerah. Kegiatan akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan warga desa setempat.

“Kita harap semua perangkat daerah terlibat, dan sesegera mungkin mengomunikasikannya dengan jajaran pemerintah desa setempat,” harap Misbah.

Misbah berharap, kegiatan yang akan dilakukan masing-masing perangkat daerah di acara Semalam di Desa terlebih dahulu dipublish. Baik di media sosial maupun media massa, guna memudahkan masyarakat lain tahu apa yang dilakukan.

“Soal publikasi, jangan hanya Kominfo, Humas dan Protokol, yang lakukan. Kita juga di masing-masing perangkat daerah harus bisa mem-publish kegiatan yang kita lakukan,” pungkasnya. (lh/ys/*)

Next Post

TP PKK Luwu Terima Penghargaan Peduli Kemanusian dari FKG Unhas

Sab Feb 22 , 2020
Lutra, Saorakyat.com–Program primadona Pemerintah Daerah Kabupaten Lutra ‘Semalam di Desa’ kini kembali bergulir. Kegiatan ini, upaya untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Kali pertama, desa yang akan dikunjungi tahun ini adalah Tulak Tallu. Sebuah desa yang terletak di Kecamatan Sabbang, 9 km dari jalan poros trans Sulawesi (Tugu Durian). Meski medan […]