Angka Demonstrasi Tinggi, Gubernur Sulsel Akan Bentuk Satgas Pencegahan

Unjuk Rasa menuntut pemekaran wilayah DOB Luwu Raya belakangan terus dilakukan elemen masyarakat Tana Luwu. Foto: ist

SULSEL, SAORAKYAT–Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) berencana membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Demonstrasi.

Langkah ini diambil lantaran Sulsel tercatat sebagai salah satu daerah dengan jumlah aksi unjuk rasa tertinggi di Indonesia.

Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menjelaskan, Satgas tersebut tidak hanya dibentuk untuk merespons kondisi di Luwu Raya, tetapi akan berlaku di seluruh wilayah Sulsel.

Satgas ini diharapkan menjadi jalur komunikasi antara pemerintah dan masyarakat yang menyampaikan aspirasi melalui aksi demonstrasi, sekaligus memastikan adanya tindak lanjut dari pemerintah.

Menurut Gubernur, tingginya angka demonstrasi dapat berdampak pada iklim investasi. Investor cenderung menilai stabilitas daerah sebelum menanamkan modal. Sehingga kondisi yang dianggap tidak kondusif bisa mengurangi kepercayaan.

Data kepolisian menunjukkan peningkatan signifikan jumlah demonstrasi. Di Kota Makassar, tercatat lebih dari seribu aksi sepanjang tahun 2025, hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Karena itu, Pemprov Sulsel menilai pembentukan Satgas sebagai langkah pencegahan dini untuk menjaga stabilitas daerah tanpa mengabaikan aspirasi masyarakat.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini