Nelayan Hilang di Perairan New Port Pelindo Makassar, Kapal Ditemukan Tanpa Kru

MAKASSAR, SAORAKYAT— Seorang nelayan bernama Hery (43) dikabarksn hilang setelah diduga terjatuh dari kapalnya saat melaut di perairan Pelabuhan New Port Pelindo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (8/2/2026).

Setelah menerima laporan, Basarnas Makassar langsung mengerahkan tim rescue untuk melakukan operasi pencarian.

Korban diketahui berangkat melaut sejak Minggu dini hari menggunakan kapal nelayan miliknya. oleh keluarga korban menyebut biasanya kembali ke darat sekitar pukul 08.00 Wita. Namun hingga siang hari, korban tak kunjung pulang.

Kapal milik Hery kemudian ditemukan mengapung di tengah laut dalam kondisi tanpa kru.

Pihak keluarga bersama warga sekitar sempat melakukan pencarian awal, namun korban belum berhasil ditemukan. Akhirnya, kejadian tersebut selanjutnya dilaporkan ke Kantor Basarnas Makassar untuk mendapatkan bantuan SAR.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan operasi pencarian hari pertama langsung dilakukan sejak laporan diterima.

“Sejak menerima laporan, kami segera mengerahkan tim rescue Basarnas Makassar menggunakan RBB (Rigid Buoyancy Boat) untuk melakukan pencarian di lokasi kejadian. Kami juga berkoordinasi dengan unsur terkait lainnya,” ujar Arif Anwar dalam keterangannya.

Dalam operasi tersebut, sejumlah unsur gabungan turut dilibatkan, di antaranya BPBD Makassar yang mengerahkan satu unit RIB dan perahu karet, Damkar Makassar dengan perahu karet, pihak kepolisian, masyarakat setempat, serta potensi SAR lainnya di sekitar lokasi.

Arif Anwar menambahkan, kondisi cuaca hujan di lokasi kejadian menjadi tantangan tersendiri dalam proses pencarian. Meski demikian, seluruh personel SAR tetap berupaya maksimal dengan mengutamakan keselamatan di lapangan.

“Kami mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna aktivitas laut di sekitar perairan Pelabuhan New Port Pelindo, agar tetap waspada dan segera melapor kepada petugas SAR jika menemukan tanda-tanda atau informasi terkait keberadaan korban,” tandasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini