Aktivis Tana Luwu Mengecam Gubernur Sulsel Terkait Rencana Pembentukan Satgas Penanganan Demonstrasi

PALOPO, SAORAKYAT–Di tengah eskalasi aksi demontrasi tuntutan pembentukan Provinsi Luwu Raya meningkat, Gubernur Sulawesi Selatan akan membentuk Satgas Penangangan Demontrasi yang dinilai menghambat investasi.

Hal tersebut menimbulkan respon kritik oleh sejumlah elemen masyarakat di Tana Luwu.

Aktivis Tana Luwu, Aldi Ardiansyah, menilai rencana Gubernur Sulsel tersebut keluar dari koridor etika birokrasi. Terkesan keinginan itu subjektif dan semata hanya untuk kepentingan elektoralnya.

“Saya melihat Pak Gubernur ini subjektif sekali dan bisa jadi itu hanya kepentingan investasi pribadinya ataupun kepentingan investasi Perseroda Sulsel yang berinvestasi di Luwu Raya,” jelas Aldi, mantan Ketua Liga Mahasiswa Nasional Demokrasi (LMND) Sulsel yang ditemui di Palopo, siang ini.

Aldi menyebut, langkah tersebut sebagai bentuk pengekangan terhadap demokrasi. Sebab penyampaian aspirasi yang diwujudkan dalam aksi demontrasi sesuai konstitusi.

Baca juga: Angka Demonstrasi Tinggi, Gubernur Sulsel Akan Bentuk Satgas Pencegahan

“Ini sebuah arogansi kekuasaan yang ditunjukan Gubernur Sulsel. Kami akan segera konsilidasi besar-besaran menyikapi rencana tersebut,” jelasnya.

Ia menyebut, bahwa rencana Satgas Penangangan Demontrasi itu secara implisit adalah upaya menghalangi proses perjuangan pembentukan Luwu Raya. Karena dibentuk di tengah perjuangan masyarakat Tana Luwu menuntut Provinsi Luwu Raya.

“Idealnya Gubernur Sulsel secara terbuka mengajak masyarakat Tana Luwu berdialog terkait aspirasi Luwu Raya, bukan dengan membentuk Satgas Penanganan Demonstrasi,” papanya.

Sebab kata dia, unjuk rasa itu lahir karena adanya kebuntuan terhadap aspirasi masyarakat. Seperti yang terjadi akhir-akhir ini, skala demontrasi pembentukan Luwu Raya meningkat hingga menutup jalan Trans Sulawesi.

“Aksi tuntutan masyarakat Tana Luwu itu meningkat, karena Gubernur Sulsel terkesan abaikan aspirasi tersebut. Bahkan menanggapi dalam sebuah rekaman video bahwa ” kenapa tidak keluar NKRI sekalian. Ini bukan bahasa pajabat setingkat Gubernur berbahasa provokatif,” sebut Aldi.

Diketahui, Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman akan membentuk Satgas Penangangan Demontrasi. Hal tersebut disampaikan pada rapat koordinasi kepala daerah se-Sulsel.

Gubernur Sulsel menilai, aksi demontrasi yang meningkat belakangan ini sangat menghambat investasi.(*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini