Diduga Lakukan Pungli, Bupati Luwu Diminta Copot Kadis Pendidikan
LUWU, SAORAKYAT – Dinas Pendidikan Luwu ditengarai menjadi lahan bisnis dan terjadinya pungutan liar (Pungli). Tak hanya soal proyek fisik, tapi juga pengadaan buku paket bagi sekolah.
Adanya dugaan tersebut, sejumlah aktivis di Luwu mendesak Bupati Luwu untuk mencopot Kepala Dinas Pendidikan Luwu.
“Ada dugaan penyalahgunaan wewenang Kepala Dinas Pendidikan Luwu yang berdampak mencederai dunia pendidikan. Olehnya kami mendesak agar dicopot dari jabatannya,” ungkap Muh. Rifky dalam keterangannya di Belopa, Rabu (11/2/2026) melansir network Saorakyat.com—Pamornews
Rifky membeberkan sejumlah temuan lapangan yang mengarah pada praktik “persekongkolan” demi keuntungan pribadi.
”Kami menduga kuat Kepala Dinas memanfaatkan jabatannya. Ada indikasi anggaran revitalisasi sekolah dimanfaatkan oleh oknum untuk meminta fee kurang lebih 10 persen dari nilai kontrak,” ungkap Rifky.
Ia merinci, anggaran untuk tingkat SD berkisar di angka Rp10 Miliar dan SMP sekitar Rp23 Miliar. Jika dugaan potongan 10 persen itu benar, maka potensi kerugian negara atau dana yang diselewengkan sangatlah besar.
Tak hanya soal proyek fisik, Rifky juga menyoroti adanya penekanan terhadap sejumlah Kepala Sekolah untuk melakukan pembelanjaan buku dari penerbit tertentu.
“Kami yakin oknum tersebut tidak mungkin berani menekan (Kepala Sekolah) kalau tidak ada perintah dari atasan,” tambahnya.
Selain mendesak evaluasi dari pihak eksekutif, Rifky juga meminta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera memeriksa seluruh administrasi serta pemberkasan di Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu.
Sebagai bentuk keseriusan, para aktivis memberikan tenggat waktu hingga Senin pekan depan. Jika tuntutan tersebut tidak segera diindahkan, mereka mengancam akan melumpuhkan aktivitas publik.
”Kami akan lakukan aksi besar-besaran di Kantor Bupati, Polres, Kejaksaan, hingga menutup Jalan Trans Sulawesi dengan aksi bakar ban,” tegasnya.(*)


Tinggalkan Balasan