Dikbud Luwu Gelar Seminar Nasional Merdeka Belajar

BELOPA, SAORAKYAT- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Luwu menggelar Seminar Nasional Merdeka Belajar di aula Bappelitbangda, Belopa, Sabtu 29 Juli 2023.

Kegiatan ini dimaksudkan untuk salah mewujudkan percepatan implementasi kurikulum merdeka di Kabupaten Luwu.

Mengangkat tema Transformasi Pendidikan Merdeka Belajar: Menjadi Pendidik Kreatif, inovatif, dan Transformatif guna menguatkan pendidikan dan mengajukan kebudayaan menuju Luwu yang berkarakter”.

Menghadirkan Ketua Majelis Guru Besar Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof Dr Ir Drs Jasruddin Daud Malagi M Si selaku pembicara utama dalam seminar tersebut. Dengan materi, Paradigma Pembelajaran Era Digital

Dirinya mengatakan, paradigma pembelajaran adalah prosesi pembelajaran yang secara luring yang didominasi oleh guru berubah menjadi daring di dominasi oleh siswa.

Transformasi digital dalam pendidikan, bagaimana memanfaatkan teknologi dalam perubahan. Agar bisa meningkatkan kualitas dan efektivitas pembelajaran, memudahkan aksesibilitas, serta membantu siswa mempersiapkan diri dalam dunia yang semakin terkoneksi digital,” kata Jasruddin.

Apalagi kata dia, peran teknologi dalam pendidikan sangat potensial meningkatkan pola belajar siswa. Terlebih kata dia, generasi baru saat ini adalah generasi digital.

“Bila generasi pelajar saat ini lahir dan dibesarkan menggunakan media, maka guru harus berkomunikasi dengan mengunakan alat yang sama, sebab anak-anak lebih terampil menggunakan media,” ucap mantan Direktur Pascasarjana UNM ini.

Lahirnya Merdeka belajar di dunia pendidikan ini, untuk menjawab tantangan tersebut. Narasumber lain, Drs Harisman Kabag Umum Balai Besar Guru Penggerak mengatakan, merdeka belajar bertujuan mentransformasikan layanan pendidikan yang berdampak pada kualitas hasil belajar.

Siswa akan merasakan pengalaman yang menyenangkan dalam belajar selain memanfaatkan tekn
Dinas Pendidikan Luwu Gelar Seminar Nasional: Transformasi Pendidikan melalui Merdeka Belajar

,

Drs Harisman Kabag Umum Balai Besar Guru Penggerak mengatakan, merdeka belajar bertujuan mentransformasikan layanan pendidikan yang berdampak pada kualitas hasil belajar.

READ  Pemkab Luwu Pertama di Sulsel Laksanakan Orientasi PPPK

“Siswa akan merasakan pengalaman yang menyenangkan dalam belajar selain memanfaatkan teknologi juga
Pembelajaran berpusat pada siswa berbasis kebutuhan individu,” ujarnya.

Peran guru dalam Kurikulum baru itu, sebagai fasilitator yang menginspirasi dalam kegiatan belajar kemudian, terjalin kerjasama pemangku kepentingan yang disebut sebagai agen perubahan.

Harisman juga menjelaskan peran guru dalam kurikulum tersebut sebagai fasilitator yang menginspirasi dalam kegiatan mengajar. Di sinilah peran guru Penggerak sebagai pemimpin pembelajaran dan menjadi coach guru lain. “Sekolah penggerak sebagai katalis mewujudkan visi pendidikan Indonesia,” ujarnya.

Tidak hanya guru Penggerak sebagai Transformer dalan perubahan pendidikan ini, Kepala sekolah juga berperan penting dalam perubahan tersebut seperti menggerakkan warga sekolah dan masyarakat meningkatkan kualitas pembelajaran dan melaporkan capaian kerja.

HUT Kecamatan Kamanre Meriah, Camat: Selama 21 Tahun Baru Kali Ini Diperingati
“Sedangkan pengawas sekolah mendampingi kepala sekolah dan warga dalam peningkatan pendidikan serta mengembangkan strategi pendamping dalam meningkatkan potensi satuan pendidikan,” tandas Harisman.

Kegiatan seminar yang dihadiri 200 peserta ini berlangsung sukses, diharapkan melalui seminar tersebut tantangan implementasi Kurikulum Merdeka di Kabupaten Luwu bisa terjawab dan penerapan di semua sekolah tidak mengalami kendala.

Dalam seminar itu dihadiri Kepala-kepala Bidang Dinas Pendidikan, Kordinator Pengawas Pendidikan, Pengurus MKKS, Pengurus IGTKI, IPI dan MGMP SMP Kabupaten Luwu.(*)