Longsor Ancaman Nyata di Latimojong, Masmindo Turunkan Alat Berat Buka Akses Jalan Tertutup Material

LUWU, SAORAKAYAT–Longsor terjadi di wilayah Desa Kadundung, Kecamatan Latimojong, Luwu. Akibatnya, ruas jalan desa tersebut tertutup meterial tanah dan bebatuan

Selain kondisi tanah di wilayah pegunungan tersebut labil, intensitas hujan cukup tinggi di wilayah hulu pegunungan Latimojong pada Rabu (7/1/2026).

Akses jalan tersebut menuju wilayah Latimojong tepatnya menuju kawasan tambang emas sempat terganggu dan aktivitas warga.

Material tanah dan batu menutup sebagian badan jalan yang menjadi akses utama warga.

Masmindo Dwi Area (MDA), pemilik konsesi kawasan tambang di Latimojong menerjunkan alat berat ke lokasi. Excavator dan dump truck dikerahkan membersihkan timbunan material longsor yang mengancam kelancaran aktivitas masyarakat sekaligus mobilitas operasional perusahaan tambang.

Seorang warga, Rudi mengapresiasi langkah yang dilakukan Masmindo. Sekaligus khawatir kondisi longsor ini semakin mengancam wilayah pegunungan Latimojong tersebut.

Pembersihan material itu, hanya sifatnya temporer, tapi tentu ke depan bisa terjadi longsor yang lebih skala besar dan bisa mengancam jiwa warga.

“Ya, baru saja terjadi longsor, alat berat sudah ada. Ini sangat membantu kami, apalagi jalan ini satu-satunya akses keluar masuk ke wilayah ibu kota Luwu, Belopa,” ujarnya.

Medan terjal dan kondisi alam yang sulit, operator alat berat Masmindo tetap bekerja dengan membuka kembali jalur. Jalan ini bukan sekadar jalur transportasi, tetapi juga penghubung aktivitas ekonomi, tambang, pendidikan, dan pelayanan kesehatan.

Masmindo menegaskan komitmennya menjaga keselamatan dan kenyamanan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya, khususnya di kawasan pegunungan Latimojong yang rawan bencana alam.

Dengan terbukanya kembali akses Kadundung, aktivitas warga pun kembali berjalan normal. Namun warga tetap trauma dengan bencana banjir dan longsor yang pernah menimpah 2024 silam.

“Ini ancaman nyata alam Latimojong, perlu berkaca pada peristiwa bencana Aceh-Sumatera ketika alam murka. Kerugian materil cukup besar dan ribuan korban jiwa ,” ujar warga dengan rasa khawatir (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini