Eskalasi Tuntutan DOB Provinsi Luwu Raya Meningkat, Legislator Suarakan Hingga di Bappenas

Sejumlah Legislator dari Tana Luwu Menyuarakan Pembentukan DOB Luwu Raya di Bappenas, Jakarta. Foto-ist.

JAKARTA, SAORAKYAT—Sejumlah legislator asal Tana Luwu menunjukkan tanggungjawabnya sebagai wakil rakyat terkait aspirasi pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) Provinsi Luwu Raya ( Tana Luwu)

Para wakil rakyat dari Tana Luwu ini yang terdiri dari beberapa unsur pimpinan menyuarakan aspirasi untuk memisahkan diri dari Provinsi Sulawesi Selatan pada kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), di Jakarta, Selasa (13/01/2026).

Mereka terdiri dari, Ketua DPRD Luwu Utara, Husain, bersama Wakil Ketua DPRD Luwu Utara, Hamka Muslimn dan Wakil Ketua DPRD Luwu Zulkifli.

Pada kegiatan di Bappenas tersebut, mereka menegaskan pemekaran Provinsi Luwu Raya merupakan keinginan murni seluruh masyarakat Tana Luwu yang terdiri dari empat wilayah. Mulai dari Luwu Timur, Luwu Utara, Kota Palopo dan Luwu.

Gabungan Mahasiswa dari Tana Luwu unjuk Menuntut Pembentukan DOB Luwu Raya di depan Kantor Gubernur Sulsel. Foto; ist.

“Pembentukan DOB Provinsi Luwu Raya adalah aspirasi bersama masyarakat Luwu Raya yang telah diperjuangkan sejak lama. Pemekaran Luwu Raya keinginan seluruh masyarakat Wija To Luwu,” kata Husain.

Senada, Wakil Ketua DPRD Luwu, Zulkifli, mempertegas perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya memiliki dasar sejarah yang kuat.

Menurutnya, pemekaran Luwu Raya merupakan bagian dari janji Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, kepada Datu Luwu Andi Djemma pasca kemerdekaan.

“Ini bukan sekadar wacana, tetapi memiliki legitimasi sejarah. Pemekaran Luwu Raya merupakan janji Ir. Soekarno kepada Datu Luwu Andi Djemma,” ujarnya.

Para legislator berharap pemerintah pusat melalui Bappenas dapat memberikan perhatian serius terhadap aspirasi tersebut.

Mereka optimis pembentukan Provinsi Luwu Raya akan mendorong percepatan pembangunan, perpendek rantai distribusi putaran ekonomi untuk di empat Kabupaten/Kota yakni Kabupaten, Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur dan Kota Palopo.

Kekinian, eskalasi pembentukan DOB Luwu Raya ini tidak lagi hanya wacana politik dan pada kalangan tertentu. Tetapi sejumlah kepala daerah sudah dengan lantang komitmennya mendukung.

Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim misalnya, ikut orasi di jalan bersama sejumlah komponen mahasiswa.

Di Kota Palopo, perjuangan yang sama dilakukan para mahasiswa dan Ketua DPRD Palopo, Darwis juga ikut ambil bagian berorasi sebagai dukungan penuh atas perjuangan tersebut.

Begitupun dengan Ketua DPRD Luwu, Ahmad Gazali. Melalui beberapa media sosial dengan tegas menyatakan dukungan untuk perjuangan pembentukan DOB Luwu Raya.

Sementara di Makassar, gabungan mahasiswa dari berbagai universitas juga melakukan tuntutan yang sama untuk memisahkan diri dari Sulsel di Kantor Gubernur Sulsel hingga terjadinya kericuhan dengan Satuan Polisi Pamong Praja. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini