Beredar Daftar Nama Pokja Rekruitmen Tenaga Kerja Tambang
LUWU, SAORAKYAT— Kelompok Kerja (Pokja) rekruitmen tenaga kerja untuk perusahaan tambang Masmindo bentukan Pemda Luwu dinilai hanya kongkalikong dan tidak profesional.
Pasalnya, sejumlah nama yang beredar dalam daftar undangan rapat perdana Pokja dianggap tidak kapabelitas dalam kemampuan merekrut tenaga kerja.
Selain itu, nama-nama dalam deretan daftar undangan tersebut adalah bagian dari eks Tim Sukses Pilkada lalu. Artinya rekruitmen ini, sangat erat dengan balas jasa penguasa. Apalagi di dalamya terdapat pejabat penting yang konon punya power dalam mengatur segalanya.
Dengan adanya eks tim sukses (TS) Calon Kepala Daerah, maka diyakini sangat sarat dengan ‘pilih kasih’ alias akan tidak objektif dalam rekruitmen.
“Masmindo terkesan hanya kamuflase memberikan ruang ke Pemkab Luwu sebagai pelaksana rekruitmen. Tapi dalam daftar nama-nama Pokja itu, orang yang sudah dikondisikan. Ini sama saja ‘pembodohan’ kepada masyarakat,” ujar Mansyur, warga Luwu di Belopa, Selasa (7/10/2025)
Ia mengatakan, sejatinya rekruitmen tenaga kerja itu, dengan menempatkan lembaga independen yang tidak sarat muatan politis dan praktik bagi-bagi job dari orang-orang dekat penguasa.
“Susunan nama pokja ini sangat sarat muatan politis dan tidak profesional. Nama-nama dalam Pokja itu tidak menampakan wujud etikat baik Pemda dan Masmindo dalam menunjukan rasa keadilan dan objektivitas proses rekruitmen nantinya, ” jelasnya

Lebih jauh Mansyur mengatakan, agar proses rekruitmen ini lebih adil dan objektif serta profesional, seharusnya tim Pokja ini dengan memperhatikan latar belakang dan sepak terjang. Bukan soal kedekatan personal penguasa.
Sebelumnya, aksi protes berbagai kalangan masyarakat terhadap rekrutmen tenaga kerja perusahaan tambang di Latimojong, kini rekrutmen dilakukan dengan sistem satu pintu dengan menggandeng Pemkab Luwu melalui Kelompok Kerja (Pokja)
Baca juga: Pemprov Sulsel Bebaskan Denda dan Diskon PKB
PT Masmindo Dwi Area sebagai perusahaan yang mengeruk isi bumi Latimojong, Luwu, mulai menerapkan sistem satu pintu dalam proses perekrutan tenaga kerja.
Pihak perusahaan menyebutkan Ini dilakukan untuk memastikan proses penerimaan karyawan berjalan transparan, adil, serta mengutamakan putra daerah.
Perusahaan tambang emas yang terletak di Desa Rante Balla, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu itu, menggandeng Pemerintah Daerah (Pemda) dalam proses penerimaan karyawan.
Pemda Luwu membentuk sebuah Pokja, yang nantinya akan berperan sebagai filter dalam proses rekrutmen tenaga kerja di Awak Mas Project.
Pokja juga akan memastikan bahwa proses penerimaan tenaga kerja berjalan transparan, adil, serta mengutamakan keterwakilan putra daerah.
Tidak sampai disitu, Pokja juga membentuk komite rekrutmen yang melibatkan pemerintah desa dan pemangku kepentingan terkait.
Komite ini bertugas memverifikasi data pelamar, memetakan kebutuhan, serta mengawasi implementasi prioritas tenaga kerja lokal.
Dengan begitu, semua informasi terkait lowongan kerja dapat diperoleh masyarakat di setiap kantor desa.
Ketua Pokja Sofyan Thamrin, menegaskan keterlibatan Pokja merupakan bentuk nyata keberpihakan kepada masyarakat.
Transparansi Perekrutan Tenaga Kerja
Direktur PT Masmindo Dwi Area, Erlangga Gaffar menyatakan, mekanisme satu pintu kini menjadi kebijakan resmi perusahaan.
“Masmindo telah menetapkan kebijakan satu pintu rekrutmen. Seluruh kontraktor dan subkontraktor wajib menyalurkan kebutuhan tenaga kerja melalui mekanisme yang disepakati bersama Pemkab dan Pokja,” ujarnya.
“Tidak ada lagi jalur informal atau rekrutmen di luar sistem. Ini cara kami memastikan proses lebih tertib, transparan, dan berpihak pada masyarakat,” tegasnya.
Mekanisme perekrutan yang disepakati meliputi pengajuan kebutuhan tenaga kerja dari MDA maupun kontraktor, pendaftaran pelamar melalui perangkat desa maupun jalur perusahaan.
Serta verifikasi identitas dan kependudukan oleh pemerintah desa. Data pelamar kemudian kumpulkan oleh tim Community Development Masmindo dan diserahkan ke komite rekrutmen Pokja untuk dipetakan serta diintegrasikan ke basis data bersama.
Setelah lowongan dipublikasikan, daftar pelamar yang sesuai kriteria disusun dan diseleksi dengan koordinasi Human Capital Masmindo.
Kandidat yang lolos akan diumumkan secara terbuka.
Anggota DPRD Luwu, Abbas yang dimintai komentarnya mengatakan, pada prinsipnya menyambut baik adanya Pokja untuk mengakomodir kepentingan tenaga kerja lokal.
“Memang DPRD tidak dilibatkan dalam hal ini, tapi pada prinsipnya kami akan tetap melakukan pengawasan dalam proses rekruitmen nantinya,” sebut anggota Komisi III DPRD Luwu ini, Selasa (7/10/2025).
Sebelumnya pula, dibentuk Satgas Percepatan Investasi. Satgas ini memberi kepastian hukum segala proses ganti rugi lahan. Meski akhirnya juga banyak masalah. Kini terbentuk Pokja untuk rekruitmen dengan dalil memastikan tenaga lokal. (*)


Tinggalkan Balasan