Delegasi Tana Luwu Bertemu Wamendagri Bahas Pembentukan Provinsi Luwu Raya

JAKARTA, SAORAKYAT—Sejumlah delegasi DPRD dari Tana Luwu mendatangi ke Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Jakarta, Senin, (26/1/2026)

Mereka mendapat undangan dan mediasi dari Dewan Pengurus Nasional (DPN) Asosiasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Seluruh Indonesia (Adkasi). Mereka bertemu dengan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya.

“Terima kasih aspirasinya dari Luwu Raya,” ujar Waki Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya kepada sejumlah pejabat dari Tana Luwu mengutip Fajar co.id

Bima Arya mengatakan aspirasi ini menjadi masukan bagi Kemendagri. Kemungkinan pencabutan moratorium bagi daerah otonom baru.

“Isu kami tentang pembentukan Luwu Tengah dan Provinsi Tana Luwu,” kata Ketua PP IPMIL Luwu, Yandi.

Dia mengakui sudah tiga hari melakukan aksi perjuangan pembentukan Kabupaten Luwu Tengah dan Provinsi Tana Luwu. Mereka rela demo dengan menutup jalan karena selama ini Tana Luwu hanya jadi sapi perah saja.

Pembangunan sangat timpang. Ketimpangan pembangunan di Luwu sangat nyata. Makanya, daerah ini tidak pernah maju. Meski sumber daya alam (SDA) sangat besar. Tambang nikel dunia bahkan ada di Sorowako, Luwu Timur.

Di samping memekarkan Provinsi Tana Luwu, tentu harus memekarkan Luwu Tengah terlebih dahulu sebagai syarat utama pembentukan provinsi.

Dia mengakui, penutupan jalan nasional tentu memang berdampak bagi masyarakat. Namun, apa yang dirasakan bersama dan berdampak ini tentu akan membuat masyarakat teriak kepada pemerintah pusat. Kemudian akan didengarkan pemerintah pusat.

Ketua PB IPMIL Raya, Abdul Hafid mengatakan aksi saat ini menjadi momentum peringatan Hari Perlawanan Rakyat Luwu.

Momen Jumat, 23 Januari 2026, dianggap sangat penting dengan adanya aksi pembentukan DOB Luwu Tengah dan Provinsi Tana Luwu.

Diketahui, beberapa hari terakhir, aksi demonstrasi sejumlah wilayah di Tana Luwu cukup intens. Hingga sejumlah titik terbagi di wilayah Tanah Luwu, mulai dari Luwu paling selatan, Walenrang-Lamasi (Cikal Bakal Luwu Tengah, Luwu Utara hingga Luwu Timur terjadi aksi blokade jalan trans Sulawesi.

Akibat aksi blokade itu, jalan nasional ini lumpuh total. Kemacetan di beberapa titik tersebut tak terhindarkan. Hingga sejumlah angkutan umum, baik itu mobil travel , bus antar provinsi dan truck logistik harus bermalam di jalan. Termasuk truck angkutan BBM tak bisa melintas.

Meski demikian, sejak Senin (26/1//2025) sejumlah titik yang diblokade massa sudah mulai dibuka. Situasi trans Sulawesi sore hari perlahan normal. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini