Menhan Sjafrie Tegaskan Tidak Boleh Ada Negera di Dalam Negara
MOROWALI, SAORAKYAT— Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menyaksikan langsung tidak ada otoritas negara di bandara jawasan Industri Indonesia Morwali (IMIP seperti Bea Cukai juga dan Imigrasi saat melakukan kunjungan selama dua hari pada 19–20 November 2025
Kunjungan tersebut dilakukan Sjafrie Sjamsoeddin dalam kapasitasnya sebagai Ketua Harian Dewan Pertahanan Nasional sekaligus Pengawas Tim Penertiban Kawasan Hutan.
Jenderal (Purn) berarah Bugis-Makassaar itu dengan tegas mengatakan bahwa “tidak boleh ada negara di dalam negara”.
Ini menegaskan kekhawatiran terkait potensi celah yang dapat mengancam kedaulatan ekonomi dan keamanan nasional.
“Keberadaan bandara tanpa kehadiran negara sebagai anomali yang dapat membuat kedaulatan ekonomi Indonesia rawan,” sebut Sjafrie
Menhan Sjafrie secara khusus menyoroti adanya “anomali” dalam regulasi yang menciptakan celah kerawanan terhadap kedaulatan ekonomi.
Baca juga: Kejari Luwu Geledah Kantor Dinsos Terkait Dugaan Korupsi BPNT 2020
Sjafrie menekankan perlunya deregulasi dan peningkatan pembangunan kekuatan pertahanan di titik-titik krusial nasional.
Sjafrie menyampaikan pesan yang ditujukan kepada seluruh elemen bangsa, menegaskan bahwa negara tidak akan berhenti menindak kegiatan ilegal yang merugikan kekayaan nasional, seperti yang terjadi pada kasus pertambangan ilegal di Bangka sebelumnya.
Menhan RI berjanji akan melaporkan semua temuan dan evaluasi kepada Presiden RI.
Kontroversi ini memicu berbagai pertanyaan mengenai pengelolaan kawasan industri strategis di Sulawesi Tengah (Sulteng) itu.
Peneliti Indonesia Strategic and Defence Studies (ISDS) Edna Caroline menyatakan bahwa hal itu berawal dari perintah Presiden Prabowo Subianto soal latihan TNI di daerah-daerah dekat tambang yakni di Bangka Belitung dan Morowali itu.
“In berawal dari perintah pak Presiden, jadi sebenarnya kalau menurut saya kalau kita merujuk lagi pada tahun 2014, itu kan pak Prabowo pada waktu kampanye udah ngomong bocor-bocor,” ujar Edna dalam sebuah wawancara, dikutip Selasa 25 November 2025.(*)


Tinggalkan Balasan