Totalitas dan Loyalitas Bupati Lutra untuk DOB Luwu Raya , Ikut Orasi Bersama Masyarakat

LUTRA, SAORAKYAT–Aksi tuntutan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Tanah Luwu (Luwu Raya) terus bergulir beberapa pekan terakhir.

Gaung untuk percepatan DOB baru di Sulawesi Selatan ini, tak hanya dari komponen masyarakat. Tapi kini, Bupati Luwu Utara (Lutra) Andi Abdullah Rahim secara totalitas dan loyalitas menyuarakan perjuangan tersebut.

Tak ayal, Andi Abdullah Rahim turut serta turun ke jalan memimpin orasi di tengah massa aksi yang memadati Jalan Poros Sulawesi, Kecamatan Tanalili, pada Senin (5/1/2026) sore.

Mengenakan seragam dinas berwarna khaki, orang nomor satu di Bumi Lamaranginang tersebut tampak berdiri di atas mobil bak terbuka.

Ia berbaur tanpa sekat dengan demonstran yang terdiri dari masyarakat, tokoh adat, serta gabungan mahasiswa dari berbagai organisasi seperti HMI, PMII, GMNI, LMND, IMM, Pemilar, dan lainnya.

Dalam orasinya, Andi Abdullah Rahim menegaskan bahwa kehadirannya bukan sekadar sebagai pejabat publik, melainkan sebagai putra daerah yang memiliki keresahan yang sama.

“Sebagai bupati, tentunya kita memahami betul apa yang menjadi suara hati dan keinginan tulus dari seluruh mahasiswa yang memperjuangkan Provinsi Luwu Raya ini. Kita semua tahu, bahwa seluruh orang Tanah Luwu, dimanapun dia berada, pasti memimpikan sebuah pemekaran yang selama ini diperjuangkan oleh orang-orang tua kita,” tegas Andi Rahim yang disambut riuh tepuk tangan massa.

Ia juga menyampaikan pesan khusus kepada pemerintah pusat agar aspirasi dari wilayah timur Sulawesi Selatan ini segera direspons.

“Mudah-mudahan perjuangan kita ini didengar oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto, dan kemudian diberikan jalan yang terbaik untuk hadirnya sebuah daerah otonomi baru yaitu Luwu Raya,” tandasnya.

Ia menjamin bahwa perjuangan ini murni untuk tanah kelahiran tanpa tendensi politik pribadi.

“Insyaallah, doa kami, semangat kami, dan bahkan uang kami pun bisa kami keluarkan untuk apa yang kalian perjuangkan ini,” seru Andi Rahim menutup orasinya.

Aksi demonstrasi besar-besaran ini sejatinya telah dimulai sejak Senin (5/1/2026) pagi, sekitar pukul 09.00 WITA.

Gerakan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan strategis “Konsolidasi Akbar” yang digelar sehari sebelumnya, Minggu (4/1/2026), di Tomoni, Luwu Timur.

Dalam pertemuan tersebut, berbagai elemen menyatukan suara dengan tagar perjuangan #LUWURAYAHARGAMATI.

Penanggung Jawab Aksi, Tandi Bali dan Reski Aldiansyah, menyatakan bahwa gerakan ini melibatkan seluruh elemen mulai dari pelajar, petani, buruh, hingga nelayan.

Tuntutan mereka mutlak, yakni mendesak percepatan pemekaran Provinsi Luwu Raya demi pemerataan pembangunan dan mengakhiri ketimpangan yang selama ini dirasakan masyarakat.

Dampak dari aksi akbar ini membuat arus lalu lintas di jalur penghubung Lutra dan Lutim mengalami kelumpuhan. Terkait hal tersebut, Tandi Bali menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna jalan.

“Kami memohon maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang timbul. Gangguan ini adalah konsekuensi logis dari penyampaian aspirasi rakyat yang selama ini merasa dianaktirikan,” ujarnya.

Meskipun sempat menimbulkan kemacetan total, aksi berjalan dengan damai di bawah pengawalan ketat aparat keamanan, terlebih dengan hadirnya bupati yang turut menenangkan dan membakar semangat massa untuk berjuang secara santun dan konstitusional.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini