Rekonsiliasi Konflik Warga dari Dua Desa di Luwu Sepakat Menolak Tindakan Kekerasan

LUWU, SAORAKYAT–Pertikaian antara warga yang terjadi di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, akhirnya berhasil diselesaikan secara damai.

Penduduk dari Desa Lamasi Pantai dan Desa Seba-seba, yang berada di Kecamatan Walenrang Timur, sepakat untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan setelah terjadinya bentrokan pada malam hari Jumat (24/4/2026).

Proses rekonsiliasi dilaksanakan melalui sebuah forum mediasi yang melibatkan pihak pemerintah kecamatan, kedua kepala desa, aparat TNI-Polri, serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam pertemuan itu, kedua belah pihak menyetujui untuk menolak segala bentuk kekerasan di masa yang akan datang.

Wakapolres Luwu, Kompol Misbahuddin, menyatakan institusinya bersama aparat terkait berfungsi sebagai penghubung untuk menyatukan kembali warga.

“Kami menginisiasi pertemuan antara pihak TNI-Polri, pemerintah kecamatan, serta perangkat desa untuk menjembatani kedua belah pihak. Segala sesuatunya berjalan lancar dan mampu merajut kembali berbagai masalah yang sebelumnya terpisah. Dari sini kita dapat menyatukan kembali persaudaraan demi kemajuan daerah kita,” ujar Kompol Misbahuddin, pada Minggu (26/04/26).

Ia menegaskan, pihak kepolisian bersama TNI dan pemerintah daerah bertekad untuk menjaga keamanan wilayah serta menciptakan forum dialog bagi penduduk.

Sebelumnya, insiden pertikaian antar warga berlangsung pada Jumat (24/4/2026) sekitar pukul 22.40 Wita, melibatkan warga dari Desa Lamasi Pantai dan Desa Seba-seba.

Upaya untuk membubarkan kerumunan berlangsung secara dramatis. Pihak kepolisian terpaksa menggunakan gas air mata untuk mengatasi situasi tersebut. Namun, langkah itu sempat mendapat perlawanan dari sekelompok warga yang melempar batu dan kembang api.

Dalam kejadian tersebut, polisi menangkap dua individu yang diduga terlibat. Aparat juga mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk senjata rakitan jenis papporo dan anak panah yang ditemukan di lokasi kejadian.

Aksi perkelahian kelompok ini, sempat melumpuhkan trans Sulawesi pada pagi Jumat tersebut. Deretan panjang kendaraan dari kedua arah, Utara dan Selatan mengular. Aktivitas warga pun sempat terganggu, karena jalan tersebut diblokir kedua kelompok bertikai. (*)