Pemkab Luwu Hadirkan Fasilitas Cathlab di RSD Batara Guru Melalui Program Sihren Kemenkes

LUWU, SAORAKYAT— Pemerintah Kabupaten Luwu terus memperkuat layanan kesehatan dengan menghadirkan fasilitas catheterization laboratory (cathlab) di RSUD Batara Guru.

Fasilitas ini salah satu bantuan dari Kementerian Kesehatan(Kemenkes) melalui program Strengthening Indonesia’s Healthcare Referral Network (Sihren)

Program ini adalah inisiatif strategis Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) untuk memperkuat sistem rujukan layanan kesehatan nasional, khususnya pada penyakit prioritas seperti kanker, jantung, stroke, uronefrologi, serta obstetri dan ginekologi (KJSU-KIA). Program SIHREN bertujuan memodernisasi layanan dan meningkatkan akses diagnostik ke seluruh nusantara.

Bupati Luwu, Patahudding, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dalam penguatan layanan kesehatan di daerah, khususnya melalui bantuan fasilitas cathlab.

“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Presiden Republik Indonesia dan Menteri Kesehatan atas perhatian dan dukungan melalui program SIHREN, khususnya bantuan alat cathlab ini,” kata Patahudding.

Menurutnya, bantuan tersebut merupakan langkah nyata dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, terutama dalam penanganan penyakit jantung yang membutuhkan respons cepat dan tepat.

“Kehadiran cathlab di daerah menjadi harapan besar untuk menekan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit kardiovaskular. Ini juga menunjukkan komitmen pemerintah pusat dalam pemerataan fasilitas kesehatan hingga ke daerah,” lanjutnya.

Pemerintah Kabupaten Luwu menargetkan seluruh proses administrasi dan teknis dapat diselesaikan sebelum waktu operasional.

Dengan begitu, layanan ini dapat segera dimanfaatkan dan mampu menekan angka rujukan pasien ke luar daerah.

Sementara itu, Direktur RSUD Batara Guru, Daud Mustakim, mengatakan perangkat cathlab telah tersedia dan terpasang. Pihaknya RS targetkan mulai beroperasi pada Agustus 2026 dan akan digunakan untuk tindakan pemasangan ring jantung bagi pasien.

Saat ini, pihak RS tengah menunggu penyelesaian perizinan dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) serta kerja sama layanan dengan BPJS Kesehatan.

“Peralatan sudah siap digunakan. Kami menunggu proses perizinan dan kerja sama layanan selesai baru fasilitas ini dapat segera difungsikan untuk masyarakat,” ujar Daud saat menerima Kunjungan Bupati Luwu, Patahudding ke RSUD Batara Guru, Kamis (22/4/2026).

Cathlab kata Daud, salah satu fasilitas medis berteknologi tinggi yang dilengkapi sistem pencitraan untuk memantau kondisi pembuluh darah jantung secara detail.

“Layanan ini memungkinkan dokter spesialis jantung melakukan pemeriksaan hingga tindakan intervensi seperti angiografi dan pemasangan stent,” jelas Daud.

Selama ini lanjutnya, pasien jantung di wilayah Luwu yang membutuhkan tindakan lanjutan harus dirujuk ke luar daerah. Kondisi tersebut kerap menjadi kendala, baik dari sisi waktu tempuh maupun biaya yang harus ditanggung pasien dan keluarga (*)