Bupati Luwu Ajak Masyarakat Jadikan Ramadan Momentum Intropeksi Diri
- Bupati Luwu mengungkapkan masih tingginya persentase masyarakat Luwu dalam kondisi buta aksara Alquran.
- Ia juga menyoroti tingginya tingkat kriminalitas di Kabupaten Luwu yang sebagian dipicu oleh praktik judi online. Tingkat kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) juga menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
LUWU, SAORAKYAT–Bupati Luwu, Patahaudding menajakan masyarakat agar bulan suci ramadan momentum introspeksi, pembersihan jiwa, dan perbaikan diri.
“Saya mengajak kita semua menjadikan ramadan sebagai sarana memperkuat keimanan, mempererat silaturrahim, dan meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama,” Demikian disampaikan Bupati Luwu saat tarawih perdana di Masjid Agung Luwu Belopa, Rabu (18/2/2026).
Pada kesempatan tersebut, Bupati Luwu juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Luwu dalam melaksanakan pembangunan berbasis kesejahteraan rakyat melalui sejumlah prioritas strategis.
Selain itu, Bupati Luwu yang berlatar belakang sarjana Agama ini menyinggung tentang pembangunan kehidupan religius dan harmoni sosial melalui dukungan pembinaan keagamaan, pengentasan buta aksara Alquran, pembinaan majelis taklim, peningkatan kompetensi muballigh, serta pembinaan imam masjid dalam rangka mewujudkan masyarakat Luwu yang religius dan berakhlak mulia.
Bertambahnya usia kehidupan, menurutnya, hendaknya menjadi pengingat untuk terus meningkatkan ibadah, memperbaiki akhlak, dan memperbanyak amal ibadah.
Bupati Luwu mengungkapkan masih tingginya persentase masyarakat Luwu dalam kondisi buta aksara Alquran.
“Kita berharap partisipasi aktif Persatuan Mubaligh Islam Luwu (Musda Persamil) untuk bersama-sama menurunkan angka tersebut,” pinta Patahaudding.
Selain itu, ia juga menyoroti tingginya tingkat kriminalitas di Kabupaten Luwu yang sebagian dipicu oleh praktik judi online. Tingkat kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) juga menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Ia berpesan kepada para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya.
Pemerintah Kabupaten Luwu kata dia, telah mengeluarkan surat edaran terkait pemberlakuan jam malam bagi anak sekolah sebagai langkah preventif dalam menjaga generasi muda dari pengaruh negatif.
Turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Luwu Ahmad Gazali, Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu Muhammad. Rudi, Ketua Persamil Kabupaten Luwu Alimuddin Hasyam, para Kepala OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Luwu, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jamaah Masjid Agung Luwu Belopa..(*)


Tinggalkan Balasan