Lutra Berhasil Keluar dari Zona Daerah Termiskin di Sulsel

Bupati Lutra, Andi Abdullah Rahim saat Melakukan audensi di Bapenas untuk Peningkatan Instruktur di wilayah Terpencil. Foto: hms-lutra

LUTRA, SAORAKYAT–Dalam waktu singkat, sejak resmi menahkodai Luwu Utara (Lutra), Andi Abdullah Rahim berhasil membawa daerahnya keluar dari zona 3 besar daerah termiskin di Provinsi Sulawesi Selatan.

Penurunan angka kemiskinan mulai berlangsung sejak 2022 hingga 2025. Kini tersisa 36 ribu jiwa warga masih masuk kategori miskin di Lutra.

Gambaran itu, dapat terlihat dari buku “Luwu Utara Dalam Angka” yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS) Lutra setiap tahun, data ini menunjukkan kemiskinan di Lutra berhasil dikurangi.

Untuk diketahui, persentase angka kemiskinan tertinggi di daerah Lutra ini terjadi pada 2021, yaitu 13,59 persen. Dengan begitu, Lutra tak pernah keluar dari zona 3 besar daerah termiskin di Sulsel.

Faktor-faktor yang memengaruhi tingginya angka kemiskinan di Luwu Utara adalah terjadinya pandemi COVID-19 dan bencana banjir bandang pada tahun 2020 lalu.

Tahun 2022 adalah titik di mana lonjakan angka kemiskinan berhasil diturunkan dengan berbagai kebijakan dan intervensi yang dilakukan Pemda Lutra.

Dari 13,59 persen di 2021 menjadi 13,22 persen di tahun 2022. Angka ini kembali turun menjadi 12,66 persen di tahun 2023 lalu.

Pada tahun 2023 inilah, Lutra perlahan keluar dari tiga besar daerah termiskin di Sulsel. Hal ini seiring program pengentasan kemiskinan terus berjalan.

Tren penurunan terus berlanjut pada tahun 2024. Di mana pada tahun tersebut, persentase angka kemiskinan berada pada angka 11,24 persen. Angka 11,24 persen ini merupakan penurunan terendah dari angka kemiskinan sejak Kabupaten Lutra terbentuk pada tahun 1999 silam.

Baca juga: Diduga Lakukan Pungli, Bupati Luwu Diminta Copot Kadis Pendidikan

Kendati demikian, persentase angka kemiskinan 11,24% ini, atau 36 ribu penduduk yang masih berada pada garis kemiskinan, terbilang masih cukup tinggi.

Bupati Lutra terus melakukan upaya program pengentasan kemiskinan. Salah satunya, menggenjot pembangunan infrastruktur jalan di wilayah-wilayah 3T, (terpencil, terisolir, dan tertinggal), seperti Rongkong, Seko, dan Rampi.

Saat audiensi dengan Bappenas dan PB Taskin beberapa waktu lalu, Bupati Andi Rahim membeberkan sejumlah strategi pengentasan kemiskinan. Salah satu yang ia ungkap adalah mengurangi angka kemiskinan di wilayah 3T dengan intervensi pembangunan jalan.

Langkah tersebut diambil sebagai strategi utama untuk membuka aksesibilitas perekonomian dan pengentasan kemiskinan ekstrem di tiga wilayah pegunungan tersebut.

Menurutnya, konektivitas antarwilayah merupakan kunci utama dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Tanpa akses jalan yang memadai, kata dia, potensi komoditas unggulan dari wilayah terpencil sulit untuk dipasarkan dengan harga yang kompetitif. “61,36% kemiskinan di Kabupaten Lutra disumbangkan oleh daerah gunung, dan persoalan utamanya adalah akses jalan,” ungkapnya.

“Pembangunan akses jalan di wilayah pegunungan ini, akan berdampak pada banyak hal yang positif, yaitu pertumbuhan ekonomi makin meningkat, mempermudah distribusi barang kebutuhan pokok, sehingga harga di wilayah 3T bisa lebih stabil lagi,” jelas Bupati Andi Rahim.

Untuk itu, di hadapan Bappenas dan PB Taskin, Bupati Andi Rahim membeberkan beberapa upaya strategis pemda untuk mengintervensi wilayah-wilayah tersebut dengan membangun akses jalan baru menuju Rongkong, Seko, dan Rampi. Salah satunya pembangunan jalan aspal di Rongkong.

Tak hanya itu, untuk menggenjot pembangunan infrastruktur jalan di Rongkong, Seko, dan Rampi, alumnus Fakultas Teknik Unhas ini kembali mengusulkan pembangunan 20 ruas jalan pemerintah pusat melalui Bappenas dan PB Taskin dengan total jumlah anggaran Rp492 Milyar lebih.

“Infrastruktur ini bukan hanya soal aspal semata, tetapi juga soal kemanusiaan. Dengan jalan yang layak, anak-anak kita bisa bersekolah dengan aman, dan hasil bumi warga tidak lagi busuk di jalan karena kendala transportasi,” pungkas orang nomor satu di Lutra ini. (LHR/**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini