Orang Tua Wajib Memahami Cara Mendampingi Anak di Tengah Gempuran Digital

lustrasi Anak TK Belajar Coding Sumber : Image Creator Bing/Handoko

Saorakyat.com–Di era digital saat ini, orang tua harus terlibat secara aktif dalam mendampingi anak-anak mereka saat berinteraksi di dunia maya.

Menjadi orangtua di era modern ini terasa seperti berada di tengah arus deras teknologi dan informasi digital. Orangtua kini diharapkan untuk berperan aktif dalam mendampingi anak-anak mereka di dunia online.

Tidak hanya sekadar mengawasi, tetapi juga membangun kedekatan emosional agar anak merasa nyaman untuk berbagi cerita, termasuk mengenai pengalaman mereka di dunia digital.

Psikolog anak dan remaja Vera Itabiliana Hadiwidjojo mengatakan, pendidikan terbaik bukan hanya tentang apa yang anak ketahui, tetapi tentang bagaimana mereka bertumbuh sebagai manusia. Oleh karena itu, penting bagi orangtua untuk menjalin hubungan yang kuat dengan anak agar mereka merasa aman untuk berdiskusi tentang berbagai hal.

Orangtua perlu memastikan bahwa anak tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi digital citizen yang bijak dan bertanggung jawab. Mereka harus mengetahui konten yang diakses anak dan siapa saja yang berinteraksi dengan mereka.

“Orangtua perlu hadir dalam kehidupan digital anak, mengetahui apa yang mereka akses, dengan siapa mereka berinteraksi, dan bagaimana anak menggunakan teknologi,” kata Vera sebagaimana dilansir dari Liputan6.com, Sabtu (2/5).

Pendampingan yang efektif oleh orangtua sangat diperlukan. Hal ini mencakup membangun komunikasi yang terbuka tanpa menghakimi, mengajarkan literasi digital sejak dini, serta menetapkan batasan yang tegas dan konsisten terkait paparan layar dan jenis konten yang boleh diakses.

Media sosial memiliki dua dampak signifikan terhadap anak-anak.

Salah satu hal yang sangat relevan dengan kehidupan kita saat ini adalah keberadaan media sosial. Vera menjelaskan bahwa media sosial memiliki dua dampak yang berbeda.

Di satu sisi, platform ini mampu mendukung kreativitas, mempermudah akses informasi, dan meningkatkan konektivitas sosial. Namun, di sisi lain, tanpa adanya pengawasan yang tepat, media sosial dapat memberikan dampak negatif pada aspek emosional, sosial, kognitif, serta perilaku anak.

Dari segi emosional, anak-anak dapat mengalami peningkatan kecemasan, penurunan kepercayaan diri, serta ketergantungan pada validasi eksternal seperti jumlah likes dan komentar. Secara sosial, media sosial dapat mengurangi kemampuan anak untuk berinteraksi langsung dan berempati terhadap orang lain.

Sementara itu, dari perspektif kognitif, anak-anak mungkin mengalami penurunan fokus dan daya tahan atensi, serta munculnya perilaku adiktif dan impulsif, termasuk paparan konten yang tidak sesuai dengan usia mereka.

“Anak belum memiliki kematangan psikologis untuk memproses semua informasi di media sosial secara kritis sehingga pendampingan dan pembatasan menjadi sangat penting,” ujar Vera.